finnews.id – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026) setelah pasar global merespons positif peluang perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen ini membuat indeks dolar AS melemah dan memberi ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk bangkit.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup di level Rp17.333 per dolar AS. Posisi tersebut menguat 54 poin atau 0,31% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.387 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah meningkatnya harapan pasar terhadap meredanya konflik Timur Tengah yang selama ini menjadi pemicu lonjakan ketidakpastian global dan tekanan di pasar keuangan.
Pasar Mulai Yakin Konflik Timur Tengah Bisa Mereda
Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pelemahan dolar AS dipicu optimisme investor terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Ibrahim, pasar mulai melihat adanya peluang nyata untuk mengakhiri perang yang selama ini mengguncang kawasan Timur Tengah.
“Optimisme atas kemungkinan berakhirnya perang di Timur Tengah. Namun, mereka mengurangi kerugian setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ‘terlalu dini’ untuk pembicaraan tatap muka dengan Teheran,” ujar Ibrahim dalam risetnya.
Ia mengungkapkan, Iran saat ini sedang mempelajari proposal perdamaian dari Amerika Serikat. Proposal tersebut disebut-sebut dapat menjadi jalan untuk mengakhiri konflik secara resmi, meski masih menyisakan beberapa persoalan utama.
Beberapa isu yang masih menjadi perhatian meliputi tuntutan Washington agar Iran menghentikan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz.
“Iran mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka sedang meninjau proposal perdamaian AS yang menurut sumber akan secara resmi mengakhiri perang sambil membiarkan tuntutan utama AS agar Iran menangguhkan program nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz tetap belum terselesaikan,” kata Ibrahim.
Laporan Axios Bikin Pelaku Pasar Makin Optimistis
Sentimen positif semakin menguat setelah media Amerika Serikat, Axios, melaporkan bahwa Washington sedang menunggu respons Iran terkait beberapa poin penting dalam proposal damai tersebut.
- analisis rupiah hari ini terhadap dolar AS
- AS - Iran
- dampak perang Timur Tengah terhadap rupiah
- Dolar AS
- Harga BBM
- harga minyak Brent dan risiko kenaikan BBM
- harga minyak dunia
- Ibrahim Assuaibi
- Kurs Rupiah
- kurs rupiah terhadap dolar AS terbaru
- peluang kenaikan BBM di Indonesia 2026
- pengaruh The Fed terhadap rupiah
- penyebab dolar AS melemah hari ini
- Perang Timur Tengah
- rupiah hari ini
- Rupiah Menguat
- rupiah menguat akibat perdamaian AS Iran
- The Fed