Home Kurs Rupiah Tiba-Tiba Perkasa! Isu Damai AS-Iran Bikin Dolar AS Tersungkur
Kurs

Rupiah Tiba-Tiba Perkasa! Isu Damai AS-Iran Bikin Dolar AS Tersungkur

Bagikan
Rupiah menguat ke Rp17.333 per dolar AS setelah pasar optimistis peluang damai AS-Iran makin terbuka.
Rupiah menguat ke Rp17.333 per dolar AS setelah pasar optimistis peluang damai AS-Iran makin terbuka.
Bagikan

Menurut Ibrahim, laporan itu menjadi sinyal kuat bahwa kedua negara berada dalam posisi paling dekat menuju kesepakatan sejak konflik dimulai.

“Media AS, Axios, melaporkan bahwa AS mengharapkan tanggapan Iran mengenai beberapa poin penting dalam 48 jam ke depan. Ini adalah kesepakatan terdekat yang pernah dicapai kedua pihak sejak perang dimulai,” tutur Ibrahim.

Meski begitu, pasar tetap berhati-hati setelah Presiden AS Donald Trump menilai pembicaraan langsung dengan Teheran masih terlalu dini.

Pasar Tunggu Data Pengangguran dan Arah Suku Bunga The Fed

Selain isu geopolitik, investor global juga mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pelaku pasar saat ini menunggu data Klaim Pengangguran Awal AS serta pidato pejabat Federal Reserve.

Pasar juga menanti rilis data ketenagakerjaan AS periode April yang diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.

Data tenaga kerja AS menjadi perhatian karena dapat menentukan langkah berikutnya terkait suku bunga acuan, yang selama ini menjadi faktor utama pergerakan dolar AS dan arus modal global.

Harga Energi Naik, Risiko Kenaikan BBM Mulai Mengintai

Dari dalam negeri, Ibrahim menilai tekanan fiskal Indonesia mulai meningkat akibat lonjakan harga energi global dan membengkaknya potensi subsidi energi.

Menurut dia, peluang penyesuaian harga bahan bakar minyak atau BBM semakin terbuka jika harga minyak mentah dunia terus bertahan tinggi.

“Potensi penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) kian terbuka seiring tekanan fiskal yang meningkat akibat lonjakan harga energi global,” jelas Ibrahim.

Ia menambahkan, kondisi geopolitik global yang memanas turut mendorong kenaikan crack spread atau selisih harga minyak mentah dengan produk turunannya seperti BBM.

Akibatnya, beban subsidi energi berpotensi melampaui asumsi dalam APBN.

“Dengan crack yang masih tinggi, biaya subsidi bisa jadi lebih besar dari perhitungan pemerintah di APBN. Ini membuat kapasitas fiskal menjadi terkonstrain,” ungkapnya.

Harga Brent USD120 per Barel Bisa Jadi Alarm Baru

Ibrahim memperingatkan, jika harga minyak Brent bertahan di level USD120 per barel dalam beberapa bulan ke depan, maka penyesuaian harga BBM akan semakin sulit dihindari.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Kurs

Dolar AS Tertekan Sinyal Damai Washington-Teheran, Yen Jepang Meroket Tajam!

“Seperti yang telah saya katakan berulang kali, kami akan mengambil tindakan tegas...

Rupiah menguat ke Rp17.387 setelah Trump bicara damai Iran. Dolar melemah, tapi ekonom mulai soroti data ekonomi RI.
Kurs

Rupiah Tiba-Tiba Menguat! Sentimen Damai AS-Iran Bikin Dolar Melemah, Tapi Ada Sinyal Waspada

Selat Hormuz sendiri memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama distribusi sekitar...

Rupiah jatuh ke rekor terendah saat konflik AS-Iran memicu lonjakan minyak dan tekanan besar pada mata uang Asia.
Kurs

Rupiah Tembus Rekor Terendah! Konflik AS-Iran Bikin Mata Uang Asia Ambruk Serentak

Peso Filipina melemah 0,3% ke level 61,726 per dolar, mendekati rekor terendah...

KursMarket

Promo Spesial 5.5 Alfamart Hari Ini: Pesta Diskon Es Krim hingga Camilan Beli 2 Gratis 1

Bagi para penggemar camilan legendaris masa kecil, Alfamart menawarkan promo heboh Beli...