finnews.id – Gejolak global kembali menghantam pasar keuangan Asia. Nilai tukar mata uang di kawasan emerging market kompak melemah hingga penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), dipicu eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas.
Tekanan ini tidak hanya menyeret rupiah ke titik terendah sepanjang sejarah, tetapi juga menekan mata uang lain seperti peso Filipina dan baht Thailand. Di sisi lain, hanya segelintir mata uang yang mampu bertahan, salah satunya ringgit Malaysia yang relatif lebih stabil.
Konflik AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak
Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Iran kembali melancarkan serangan di kawasan Teluk. Kedua negara berebut kendali atas Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.
Situasi ini menjadi eskalasi paling serius sejak gencatan senjata awal April. Dampaknya langsung terasa di pasar komoditas, di mana harga minyak melonjak lebih dari 6%.
Harga minyak mentah Brent memang sempat terkoreksi tipis pada perdagangan pagi di Asia, namun tetap bertahan tinggi di atas USD113 per barel. Lonjakan ini memicu kekhawatiran inflasi, terutama bagi negara-negara pengimpor minyak di Asia.
Rupiah Terpuruk, Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa
Rupiah menjadi salah satu mata uang yang paling terpukul. Nilai tukar terhadap dolar AS melemah untuk hari keenam berturut-turut hingga menyentuh level 17.445 per dolar. Ini menjadi rekor terendah baru, sekaligus pertama kalinya rupiah menembus batas psikologis 17.400.
Sejak konflik AS-Iran memanas pada akhir Februari, rupiah telah terdepresiasi sekitar 4%. Tekanan eksternal yang kuat membuat pergerakan rupiah semakin sulit dikendalikan.
Bank Indonesia merespons kondisi ini dengan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasar. Otoritas moneter menyatakan akan mengambil langkah yang konsisten dan terukur guna meredam gejolak nilai tukar.
Mata Uang Asia Kompak Melemah
Tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan signifikan.
- dampak perang AS Iran terhadap mata uang Asia
- ekonomi Indonesia
- emerging market
- harga minyak
- harga minyak dunia naik pengaruh ke inflasi Asia
- Headline
- ia emerging market
- IHSG
- inflasi
- kondisi terbaru nilai tukar As
- Konflik AS Iran
- mata uang asia
- Nilai Tukar
- pasar keuangan
- penyebab rupiah melemah terhadap dolar
- Rupiah
- rupiah terendah 2026 akibat konflik global