Home News Tragedi Argo Bromo Anggrek Terjadi Lagi, 4 Tewas di Grobogan
News

Tragedi Argo Bromo Anggrek Terjadi Lagi, 4 Tewas di Grobogan

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Kecelakaan tragis kembali melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek. Usai di Bekasi Timur, kali ini, insiden maut terjadi di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Jumat (dini hari), yang menewaskan empat orang.

Peristiwa nahas ini terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, tepatnya di Dusun Sugihan sekitar pukul 02.52 WIB.

Kronologi Kecelakaan 

Menurut keterangan pihak kepolisian, sebuah mobil Toyota Avanza yang mengangkut sembilan penumpang tertabrak kereta Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat ke timur.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Grobogan, Arie Eko, menjelaskan bahwa mobil tersebut melaju dari arah selatan ke utara. Saat melintas di rel, kendaraan diduga tiba-tiba berhenti karena mesin mati tepat di atas jalur kereta.

Dalam waktu bersamaan, kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi sudah berada dalam jarak sangat dekat, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras menghantam bagian depan kiri mobil.

Akibatnya, kendaraan terpental hingga sekitar 20 meter, menabrak tiang jaringan telekomunikasi, lalu terlempar ke area persawahan di sisi rel.

4 Korban Meninggal, Beberapa Luka Serius

Empat korban meninggal dunia dalam kejadian ini, termasuk anak-anak. Seluruh korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pulokulon sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, korban lainnya mengalami luka-luka. Dua orang dilaporkan dalam kondisi serius dan menjalani perawatan di RSUD Purwodadi, sedangkan korban lain mendapat perawatan jalan.

Pengemudi mobil dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Namun, dugaan awal mengarah pada kurangnya kewaspadaan saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu.

Kondisi kendaraan yang mogok di atas rel juga menjadi faktor utama yang memperparah insiden ini.

Kasus ini kembali menyoroti bahaya perlintasan sebidang tanpa pengaman yang masih banyak ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhenti sejenak, melihat kiri dan kanan, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum menyeberangi rel.

Kecelakaan ini menjadi pengingat keras bahwa kelalaian kecil di perlintasan kereta dapat berujung pada tragedi besar.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
News

BOM! Iuran BPJS Kesehatan Segera Naik

finnews.id – Kabar panas datang dari pemerintah: iuran BPJS Kesehatan berpotensi naik...

May Day 2026 di Monas dipadati 100 ribu buruh. Prabowo hadir naik Maung, suasana meriah dan penuh aspirasi pekerja.
News

May Day 2026, Dari Cikarang ke Jakarta: Monas Jadi Pusat Ledakan Aspirasi 2026

finnews.id – Gelombang manusia bergerak dari Cikarang menuju jantung ibu kota. Sebanyak 18.860...

News

Peringatan Dini BMKG: Waspada Banjir, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia

finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait...

News

Deadline Lewat! DJP Tegas: Tak Ada Ampun untuk Telat Lapor SPT, Siap Kena Denda

finnews.id – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan memastikan tidak ada lagi...