finnews.id – Sektor perdagangan global kembali menunjukkan gairah yang luar biasa. Ekspor Korea Selatan terus melaju positif dan mencatatkan kenaikan selama 11 bulan berturut-turut pada April. Lonjakan ini bahkan melampaui perkiraan banyak pihak.
Tingginya permintaan pasar global terhadap infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama penjualan semikonduktor dari negara tersebut. Kondisi ini sekaligus meredakan kekhawatiran pasar akibat ketegangan konflik di Timur Tengah.
Sebagai salah satu indikator utama perdagangan dunia, ekspor dari ekonomi terbesar keempat di Asia ini melesat hingga 48,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut melampaui perkiraan median dalam jajak pendapat Reuters yang memprediksi kenaikan sebesar 45,3 persen.
Di sisi lain, impor Korea Selatan juga meningkat 16,7 persen pada April jika kita bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Realisasi ini juga berada di atas prediksi awal jajak pendapat yang memperkirakan kenaikan 14,5 persen.
Kinerja Gemilang Samsung dan SK Hynix Topang Ekonomi
Rilis data perdagangan ini memperkuat laporan keuangan dari dua raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix. Keduanya baru saja mengumumkan perolehan laba kuartalan yang sangat impresif.
Fakta ini membuktikan bahwa lonjakan permintaan chip berhasil menjaga ketahanan ekonomi Korea Selatan yang sangat bergantung pada aktivitas ekspor, terutama dari ancaman risiko ketidakstabilan akibat konflik yang melibatkan Iran.
Samsung Electronics pada hari Kamis menyampaikan bahwa peningkatan laba mereka berasal dari pertumbuhan pendapatan yang masif.
“Peningkatan laba didorong oleh lonjakan pendapatan chip hingga 49 kali lipat,” sebut manajemen Samsung Electronics.
Laporan ini menyusul capaian luar biasa dari SK Hynix yang juga mengumumkan pertumbuhan kinerja keuangan secara signifikan.
“Labanya meningkat karena lonjakan pendapatan hingga lima kali lipat,” jelas pihak SK Hynix beberapa hari sebelumnya.
Ekspor Teknologi Sukses Atasi Pembengkakan Biaya Energi
Meskipun biaya energi membengkak akibat gejolak di Timur Tengah, ekspor produk teknologi tinggi tetap mampu menjadi penyelamat neraca perdagangan Korea Selatan.
Permintaan terhadap perangkat keras pendukung AI dan komputer terus mengalir deras ke pasar internasional.
Ekonom dari Standard Chartered Bank Korea, Park Chong-hoon, memberikan analisisnya terkait dinamika perdagangan bulan ini.