Home Market Imbas Kecelakaan Kereta, Penumpang LRT Jabodebek Terjadi Lonjakan Signifikan
Market

Imbas Kecelakaan Kereta, Penumpang LRT Jabodebek Terjadi Lonjakan Signifikan

Bagikan
Foto ilustrasi LRT Jabodetabe (Dokumen Istimewa)
Bagikan

finnews.id – Gangguan operasional kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi, berdampak langsung pada lonjakan jumlah pengguna LRT Jabodebek.

Banyak warga beralih ke moda transportasi ini sebagai solusi alternatif, untuk tetap bisa menuju Jakarta ataupun dari kota pendukung lainnya.

Pada Selasa, 28 April 2026, jumlah penumpang tercatat meningkat signifikan hingga 45 persen dibandingkan hari biasanya.

Salah satu titik keberangkatan yang mengalami lonjakan tinggi adalah Stasiun Jati Mulya, dengan total penumpang mencapai 9.023 orang dalam sehari.

Menanggapi kondisi tersebut, Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika mengatakan, peningkatan ini merupakan respons masyarakat terhadap keterbatasan layanan kereta di Bekasi.

“LRT Jabodebek terus melayani perjalanan masyarakat dari kawasan Bekasi menuju Jakarta, dan berharap proses pemulihan operasional perjalanan kereta di wilayah Bekasi dapat segera berjalan lancar sehingga mobilitas masyarakat kembali normal,” kata Radhitya Mardika.

Pihaknya pun terus berupaya menjaga kelancaran operasional demi memenuhi kebutuhan mobilitas publik.

Secara geografis, Stasiun Jati Mulya berada sekitar 2,7 kilometer dari Stasiun Bekasi Timur, yang selama ini menjadi salah satu akses utama para komuter.

Jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 menit menggunakan kendaraan roda dua, selain itu integrasi transportasi juga menjadi keunggulan LRT Jabodebek.

Di Stasiun Cikoko, penumpang dapat langsung terhubung dengan layanan Bus Rapid Transit (BRT). Tak hanya itu, tersedia pula akses lanjutan menuju stasiun Kereta Cepat Whoosh, memberikan kemudahan perjalanan antarmoda.

Dari sisi tarif, pengguna dikenakan biaya maksimal Rp 20.000 saat jam sibuk untuk perjalanan menuju Jakarta. Sementara di luar jam padat, tarif tertinggi yang berlaku adalah Rp10.000.

Pihak pengelola juga mengingatkan seluruh pengguna untuk tetap mematuhi aturan keselamatan, terutama saat pintu kereta akan tertutup.

Selain itu kursi prioritas diimbau untuk diberikan kepada penumpang yang membutuhkan, seperti penyandang disabilitas dan ibu hamil, demi kenyamanan bersama.

Bagikan
Written by
Tuahta Aldo

Saya merupakan jurnalis fin.co.id yang bertugas meliput peristiwa di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Selain aktif sebagai penulis berita, saya juga aktif menjalani hobi Fotografi dan travelling.

Artikel Terkait
Market

Cititrans Buka Rute Baru dari Cirebon ke Bandara Soekarno-Hatta Tanpa Transit

finnews.id – Warga Cirebon dan daerah sekitarnya kini memiliki opsi perjalanan yang...

Market

Industri MICE Jadi Motor Pariwisata Indonesia, Ini Dampak Ekonominya

finnews.id – Sektor bisnis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) kini menjadi...

Market

Tinjau Destinasi Unggulan, Menteri Pariwisata Optimalkan Potensi Samosir

finnews.id – Kunjungan kerja dilakukan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana...

UEA keluar dari OPEC mulai 1 Mei 2026 memicu kekhawatiran pasar minyak global. Pengamat dorong reformasi migas untuk hadapi gejolak energi.
Market

UEA Keluar dari OPEC Bikin Pasar Minyak Waswas, Harga Energi Dunia Terancam Bergejolak

finnews.id – Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC efektif 1...