Home Market UEA Keluar dari OPEC Bikin Pasar Minyak Waswas, Harga Energi Dunia Terancam Bergejolak
Market

UEA Keluar dari OPEC Bikin Pasar Minyak Waswas, Harga Energi Dunia Terancam Bergejolak

Bagikan
UEA keluar dari OPEC mulai 1 Mei 2026 memicu kekhawatiran pasar minyak global. Pengamat dorong reformasi migas untuk hadapi gejolak energi.
Direktur Reforminer Institute, Komaidi Notonegoro
Bagikan

finnews.id – Keputusan Uni Emirat Arab (UEA) keluar dari OPEC efektif 1 Mei 2026 memunculkan sentimen baru di pasar energi global. Langkah ini langsung memicu perhatian pelaku pasar karena berpotensi mengubah keseimbangan pasokan minyak dunia sekaligus menekan kekuatan kolektif OPEC dalam menjaga stabilitas harga.

Di tengah ketegangan geopolitik dan dinamika energi yang terus berubah, keluarnya UEA dinilai bukan sekadar keputusan organisasi, tetapi juga sinyal perubahan strategi di pasar minyak global. Isu ini pun memicu spekulasi apakah harga minyak dunia akan memasuki fase volatilitas baru.

UEA Keluar dari OPEC Dinilai Bisa Guncang Pasokan Minyak

Pengamat Energi ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai keputusan UEA berpotensi memicu ketidakseimbangan suplai dalam jangka pendek. “Pasar memang berpeluang mengalami gejolak, namun kondisi itu tidak berlangsung permanen karena mekanisme pasar biasanya akan menemukan titik keseimbangan baru,” ujar Komaidi dalam diskusi Forum Wartawan Sobat Energi (Forwatgi) secara daring, Rabu (29/4/2026).

Ia melihat langkah UEA bisa menjadi bagian dari strategi daya tawar yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah. Jika situasi geopolitik mereda, tekanan terhadap pasar energi diperkirakan ikut menurun dan volatilitas bisa terkendali.

Meski dampaknya dinilai sementara, pasar tetap mencermati langkah ini sebagai sinyal penting. Sebab, perubahan komposisi kekuatan di antara negara produsen minyak dapat memengaruhi ekspektasi investor, arah produksi, hingga proyeksi harga energi global.

Reformasi Migas Dinilai Jadi Respons Strategis Indonesia

Di tengah potensi gejolak global, Komaidi mengingatkan Indonesia tidak cukup hanya memantau perkembangan eksternal. Momentum ini, menurut dia, justru harus mendorong percepatan pembenahan sektor migas domestik.

Ia menekankan eksplorasi lapangan baru menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan produksi nasional. Tanpa tambahan eksplorasi, peluang mendongkrak lifting migas dinilai semakin berat.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Cititrans Buka Rute Baru dari Cirebon ke Bandara Soekarno-Hatta Tanpa Transit

finnews.id – Warga Cirebon dan daerah sekitarnya kini memiliki opsi perjalanan yang...

Market

Industri MICE Jadi Motor Pariwisata Indonesia, Ini Dampak Ekonominya

finnews.id – Sektor bisnis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) kini menjadi...

Market

Imbas Kecelakaan Kereta, Penumpang LRT Jabodebek Terjadi Lonjakan Signifikan

finnews.id – Gangguan operasional kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi, berdampak...

Market

Tinjau Destinasi Unggulan, Menteri Pariwisata Optimalkan Potensi Samosir

finnews.id – Kunjungan kerja dilakukan Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana...