finnews.id — Pergerakan pasar siang ini penuh tensi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit tipis pada sesi I perdagangan Rabu (29/4/2026), di tengah tekanan global dari sentimen OpenAI, gejolak OPEC, hingga lonjakan harga minyak yang membuat investor menahan napas.
IHSG ditutup menguat 8 poin atau naik 0,12 persen ke level 7.080. Rebound ini memang tipis, tetapi muncul di tengah tekanan global yang tidak ringan. Nilai transaksi bahkan tercatat fantastis mencapai Rp84,08 triliun, menandakan pasar domestik masih menyimpan daya tahan.
Di balik penguatan terbatas itu, pasar bergerak dengan dua wajah. Sejumlah saham industrial melesat, sementara sektor bahan baku justru tertekan dalam.
IHSG Bertahan Hijau, Sektor Industri Jadi Penopang Utama
Sektor industri tampil sebagai bintang utama perdagangan sesi pertama. Indeks sektor ini melonjak 2,67 persen, menjadi yang paling perkasa di antara sektor lainnya.
Penguatan didorong saham-saham seperti GMFI yang naik 1,54 persen, INDS menguat 1,05 persen, ASII bertambah 0,83 persen, dan HEXA naik 0,23 persen.
Di kelompok LQ45, saham yang masuk jajaran top gainers antara lain GOTO, MEDC, JPFA, UNVR, AADI, ADMR, dan ISAT. Pergerakan ini memberi energi bagi indeks agar bertahan di zona positif.
Volume perdagangan juga menunjukkan aktivitas tinggi dengan 268,9 juta lot berpindah tangan. Besarnya transaksi mengindikasikan pelaku pasar masih aktif memburu peluang di tengah ketidakpastian global.
BRPT hingga TPIA Tekan Sektor Basic Industry
Meski IHSG menghijau, tekanan belum hilang. Sektor basic industry justru menjadi pemberat utama dengan koreksi 1,33 persen.
BRPT jatuh 4,23 persen, TPIA terkoreksi 3,60 persen, TKIM turun 1,17 persen, sementara INKP melemah 0,78 persen.
Di jajaran top losers LQ45, tekanan juga terlihat pada BRPT, ANTM, DSSA, SCMA, HEAL, MBMA hingga EXCL.
Rotasi sektor ini memperlihatkan investor masih sangat selektif, terutama ketika sentimen global berubah cepat dalam hitungan jam.
OpenAI dan OPEC Bikin Bursa Asia Bergerak Tak Seragam
Sementara domestik mencoba bertahan, bursa Asia justru bergerak beragam. Pasar regional terseret kombinasi sentimen besar: keluarnya Uni Emirat Arab dari OPEC dan laporan yang memunculkan kekhawatiran baru terhadap prospek OpenAI.
- analisis pelemahan BRPT dan TPIA di tengah rebound IHSG
- BRPT TPIA
- Bursa Asia
- dampak keluarnya UEA dari OPEC terhadap bursa Asia
- harga minyak dunia
- harga minyak naik karena blokade Iran pengaruh ke saham
- Headline
- IHSG hari ini
- IHSG rebound di tengah sentimen OpenAI dan OPEC
- OPEC UEA
- OpenAI outlook
- outlook pasar saham Indonesia setelah tekanan OpenAI dan Wall Street
- pasar modal Indonesia
- rupiah melemah
- saham LQ45
- sektor industri penggerak IHSG hari ini
- Wall Street