Home Sudut Pandang Masjid Raya Nurul Wathon: Simbol Cahaya Negeri dengan Menara 99 Meter dan Miniatur Ka’bah
Sudut Pandang

Masjid Raya Nurul Wathon: Simbol Cahaya Negeri dengan Menara 99 Meter dan Miniatur Ka’bah

Bagikan
Masjid Raya Nurul Wathon Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Foto-gw)
Bagikan

Di antara riuhnya kawasan olahraga di Stadion Pakansari, berdiri sebuah bangunan megah yang perlahan mengubah wajah kawasan tersebut.

Kubahnya menjulang, menaranya menembus langit, dan setiap sudutnya memancarkan nuansa teduh. Inilah Masjid Raya Nurul Wathon, sebuah ‘cahaya negeri’ yang kini menjadi kebanggaan baru warga Kabupaten Bogor.

Tak heran bila decak kagum akan meluncur dari mulut yang melihat dan merasakan hikmatnya beribadah di Masjid Nurul Wathon Bogor.

Sejak pertama kali difungsikan pada akhir Desember 2025, masjid ini tak pernah sepi. Keindahan dan kemegahan bangunan Masjid Nurul Wathon mengundang keingin-tahuan masyarakat. Pun dengan saya dan rombongan.

Pada Jumat, 6 Februari 2026, saya bersama rombongan Jumat keliling berkesempatan untuk beribadah Salat Jumat di Masjid Nurul Wathon yang kini menjadi salah satu kebanggan masyarakat Kabupaten Bogor.

Kami dan bersama jamaah lainnya datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk menyaksikan langsung kemegahan arsitekturnya.

“Subhanallah…” ungkap kekaguman saya pada arsitektur bangunan masjid.

Melihat bangunan Masjid, Kabupaten Bogor seakan memiliki mercusuar baru, Menara Tauhid setinggi hampir 100 meter yang berdiri gagah, menjadi penanda spiritual sekaligus ikon visual kawasan Pakansari.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut Masjid Nurul Wathon dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,6 hektare, dengan anggaran lebih dari Rp100 miliar dari APBD 2025. Namun, yang membuatnya istimewa bukan sekadar angka, melainkan kecepatan dan semangat di balik pembangunannya.

Dalam waktu kurang dari satu tahun—sekitar delapan bulan—struktur utama masjid berhasil diselesaikan. Sebuah capaian yang jarang terjadi untuk proyek sebesar ini.

Memasuki area masjid, suasana berubah drastis. Hiruk pikuk luar seakan tertahan di gerbang, digantikan dengan ketenangan yang menyelimuti setiap sudut.

Ruang utama seluas lebih dari 4.700 meter persegi terbentang luas, dirancang mampu menampung ribuan jamaah.

Sentuhan arsitektur klasik berpadu harmonis dengan elemen modern, menciptakan kesan megah tanpa kehilangan kehangatan.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Sudut Pandang

Jejak Roda di Garut: Sebuah ‘Plot Twist’ Kencan Buta di Kota Intan

finnews.id – Deru mesin Honda Supra X125 memecah sunyi jalur Puncak menuju...

Dinasti Giovani
Sudut Pandang

Dinasti Giovani

Oleh: Sigit Nugroho Jangan pernah hitung pengeluaran untuk keluarga. Jangan sekali-kali. Kalau...

Sudut Pandang

Waduk Jatiluhur: Spot Ekowisata sekaligus Sumber Air Baku Utama Jakarta dan Bekasi

Bendungan Jatiluhur, atau Waduk Ir. H. Djuanda, merupakan bendungan terbesar di Indonesia...

Sudut Pandang

Gua Maria Kanada di Rangkasbitung, Salah Satu Destinasi Wisata Religi Jawa Barat

Di Rangkasbitung, Lebak terdapat destinasi wisata religi yang buka 24 jam. Tempat...