Home Market PGAS Bikin Kejutan! Laba Melonjak 46 Persen, Target Harga Naik ke Rp2.100, Sinyal Buy Menguat
Market

PGAS Bikin Kejutan! Laba Melonjak 46 Persen, Target Harga Naik ke Rp2.100, Sinyal Buy Menguat

Bagikan
PGAS catat laba kuartal I 2026 naik 46%, target harga saham dinaikkan ke Rp2.100 dan rekomendasi buy menguat di tengah spread gas tinggi.
PGAS catat laba kuartal I 2026 naik 46%, target harga saham dinaikkan ke Rp2.100 dan rekomendasi buy menguat di tengah spread gas tinggi.
Bagikan

finnews.id – Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) kembali mencuri perhatian pasar setelah kinerja kuartal I-2026 melampaui ekspektasi konsensus. Emiten gas pelat merah ini membukukan laba bersih US$90 juta atau melonjak 46% secara tahunan, didorong kenaikan spread distribusi gas yang tetap tinggi meski volume penyaluran turun.

Hasil ini memicu sentimen positif baru terhadap saham PGAS. Bahkan, proyeksi harga saham dinaikkan dari Rp1.800 menjadi Rp2.100 per saham, bersamaan dengan peningkatan rekomendasi menjadi beli atau buy.

Kinerja ini dinilai memberi pesan penting ke pasar: bisnis inti distribusi gas PGAS masih solid, sementara ruang upside masih terbuka jika perbaikan anak usaha energi mulai terlihat.

Laba PGAS Melonjak, Spread Gas Jadi Mesin Utama

Pendorong utama lonjakan kinerja PGAS datang dari distribusi gas. Spread distribusi naik ke US$2 per mmbtu, melonjak 37% dibanding periode sama tahun lalu.

Kenaikan spread itu menjadi bantalan kuat saat volume distribusi justru turun 10% secara tahunan menjadi 777 bbtud. Penurunan volume terjadi seiring pemeliharaan pipa JTB pada Januari 2026 dan faktor musiman Lebaran pada Maret.

Namun pasar justru menyoroti kemampuan PGAS menjaga margin di tengah volume yang menurun.

Strategi itu tercermin pada pertumbuhan gross profit dan EBIT yang masing-masing tumbuh 12% dan 17% secara tahunan.

Meski pendapatan turun 4% menjadi US$930 juta akibat volume distribusi yang lebih rendah dan absennya kontribusi perdagangan LNG, profitabilitas justru menguat.

Ini yang membuat kinerja PGAS dinilai melampaui ekspektasi konsensus.

Rugi Valas Turun Tajam, Bottom Line Makin Kuat

Selain margin distribusi yang membaik, faktor lain yang menopang laba datang dari penurunan rugi selisih kurs.

Pada kuartal I-2026, PGAS hanya mencatat rugi valas US$1 juta. Angka ini jauh lebih kecil dibanding rugi valas US$20 juta pada periode sama tahun sebelumnya.

Perbaikan ini ikut mendorong pertumbuhan laba bersih headline maupun core net profit, yang masing-masing naik 46% dan 23% secara tahunan.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Hadapi Ketidakpastian Ekonomi, CIMB Niaga Perkuat Ketahanan Lewat Stress Test

finnews.id – Industri perbankan nasional masih dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan domestik....

Market

Rp2.500 Triliun Masih Menganggur! BI Bongkar Peluang Besar Kredit untuk Sektor Usaha

finnews.id – Bank Indonesia mengungkap potensi besar pembiayaan yang masih belum dimanfaatkan...

Ringkasan perdagangan 27 April 2026: IHSG melemah, asing net sell Rp2 triliun, namun sejumlah saham pilihan justru melesat tajam.
Market

Ringkasan Perdagangan 27 April 2026: IHSG Terkoreksi, Asing Lepas Rp2 Triliun Saat Saham Pilihan Masih Berpesta

finnews.id – Ringkasan perdagangan 27 April 2026 menghadirkan cerita yang kontras di...

Reli saham chip dan optimisme AI dorong Bursa Asia cetak rekor baru, tapi rupiah masih loyo di tengah derasnya arus risk-on pasar global.
Market

Reli Chip Meledak! Bursa Asia Cetak Rekor, AI Jadi Bahan Bakar Baru, Tapi Rupiah Masih Tertekan

finnews.id – Reli saham Asia memasuki babak baru pada perdagangan Senin, 27...