Home Market Harga Minyak Dunia Melejit 3%, Konflik Iran-AS dan Selat Hormuz Bikin Pasar Deg-degan
Market

Harga Minyak Dunia Melejit 3%, Konflik Iran-AS dan Selat Hormuz Bikin Pasar Deg-degan

Bagikan
Harga minyak naik 3% dipicu konflik Iran-AS dan ketegangan Selat Hormuz, pasar global waspada risiko gangguan pasokan energi.
Harga minyak naik 3% dipicu konflik Iran-AS dan ketegangan Selat Hormuz, pasar global waspada risiko gangguan pasokan energi.
Bagikan

finnews.id – Harga minyak dunia kembali bikin pelaku pasar waspada. Lonjakan lebih dari 3% terjadi setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah memanas, terutama terkait konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta situasi krusial di Selat Hormuz.

Laporan terbaru menunjukkan harga minyak sempat melonjak hingga USD5 per barel sebelum akhirnya sedikit terkoreksi. Minyak mentah Brent sebagai acuan global ditutup naik USD3,16 atau 3,1% ke level USD105,07 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ikut terdongkrak USD2,89 atau 3,11% menjadi USD95,85 per barel.

Ketegangan Iran-AS Jadi Pemicu Utama

Kenaikan tajam ini tidak muncul tanpa sebab. Pasar merespons cepat laporan aktivitas pertahanan udara di Teheran, yang menandakan situasi keamanan semakin tegang. Selain itu, dinamika politik dalam negeri Iran ikut memperkeruh keadaan.

Pengunduran diri Mohammad Baqer Qalibaf dari tim negosiasi dengan Amerika Serikat memicu spekulasi besar. Banyak pihak menilai langkah ini memperkuat posisi kelompok garis keras di Iran, sehingga peluang meredanya konflik menjadi lebih kecil.

Di sisi lain, laporan serangan drone terhadap kelompok oposisi Kurdi Iran di Irak ikut memperburuk kondisi. Ketegangan tidak hanya berhenti di darat, tetapi juga merembet ke jalur laut strategis dunia.

Selat Hormuz Jadi Titik Panas Energi Global

Selat Hormuz kembali menjadi sorotan. Iran menunjukkan kekuatan militernya dengan merilis video pasukan komando yang menyerbu kapal kargo besar. Aksi ini menjadi sinyal tegas bahwa Iran ingin mengontrol jalur distribusi energi global tersebut.

Amerika Serikat tidak tinggal diam. Presiden Donald Trump menyatakan telah memerintahkan Angkatan Laut untuk menindak tegas kapal yang memasang ranjau di kawasan tersebut.

Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran semakin terbatas. Padahal, sebelum konflik pecah pada 28 Februari, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz setiap hari. Gangguan kecil saja di jalur ini bisa langsung mengguncang harga global.

Pasar Minyak Terjebak Ketidakpastian

Analis pasar mulai mengingatkan potensi risiko yang lebih besar. John Kilduff dari Again Capital menyebut pasar saat ini bergerak liar mengikuti arus berita yang saling bertentangan.

Bagikan
Artikel Terkait
ASII bagikan dividen Rp292 per saham. Simak jadwal cum dividen, ex dividen, hingga tanggal pembayaran lengkapnya.
Market

Dividen ASII 2026 Diumumkan! Rp292 per Saham, Catat Jadwal Pentingnya

finnews.id – Kabar menarik datang dari :contentReference[oaicite:0]{index=0} (ASII). Emiten raksasa ini resmi...

IHSG melemah 0,44% di awal sesi, rupiah ke Rp17.315 per dolar AS, tekanan global dan lonjakan minyak bayangi pasar.
Market

IHSG Dibuka Melemah 0,44 Persen, Rupiah Ambruk dan Sentimen Global Tekan Pasar Sepekan

finnews.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memerah di awal...

Market

Industri Otomotif Indonesia Makin Dilirik, Jepang Tertarik Investasi Jangka Panjang

Finnews.id – Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Myochin...

Market

Harga Pangan Hari Ini Masih Tinggi, Ini Daftar Lengkap Terbarunya

finnews.id – Harga pangan nasional masih menunjukkan tren tinggi di berbagai komoditas...