Home Market Gawat! Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Dunia Langsung Melejit 7 Persen!
Market

Gawat! Selat Hormuz Ditutup Lagi, Harga Minyak Dunia Langsung Melejit 7 Persen!

Bagikan
Harga minyak dunia melonjak 7% akibat penutupan Selat Hormuz dan konflik AS-Iran. Brent tembus USD96.
Harga minyak dunia melonjak 7% akibat penutupan Selat Hormuz dan konflik AS-Iran. Brent tembus USD96.
Bagikan

finnews.id – Dunia kembali gempar! Kamu harus bersiap menghadapi potensi lonjakan biaya energi dalam waktu dekat. Harga minyak mentah dunia baru saja mencatatkan lonjakan tajam lebih dari 7% pada pembukaan perdagangan Senin pagi (20/4). Padahal, pada akhir pekan lalu, pasar sempat bernapas lega karena harga emas hitam ini sempat merosot tajam.

Kenaikan mendadak ini bukan tanpa sebab. Ketegangan geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi pemicu utamanya. Kabar buruknya, jalur nadi minyak dunia, Selat Hormuz, kini resmi ditutup kembali. Situasi ini langsung memicu kepanikan di pasar global karena risiko gangguan pasokan energi yang sangat nyata.

Brent dan WTI Kompak Terbang Tinggi

Pasar komoditas langsung bereaksi keras terhadap penutupan jalur vital di Timur Tengah tersebut. Berdasarkan laporan terbaru, minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan internasional melambung tinggi sebesar USD6,56 atau setara 7,26%. Kini, Brent bertengger di posisi USD96,94 per barel.

Langkah yang sama juga terjadi pada patokan Amerika Serikat. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) melompat hingga USD6,07 atau sekitar 7,24%. Lonjakan ini membuat WTI kini berada di level USD89,92 per barel. Padahal, jika kita menengok ke belakang, harga minyak sempat anjlok lebih dari 9% pada perdagangan Jumat lalu. Pembalikan arah yang sangat ekstrem ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap isu di kawasan Teluk.

Konflik AS-Iran Memanas, Saling Tuduh Serang Kapal

Mengapa situasi bisa berubah secepat ini? Rupanya, Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat perselisihan sengit. Kedua negara besar ini saling melempar tuduhan terkait pelanggaran kesepakatan gencatan senjata. Keduanya mengklaim ada serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan perairan tersebut.

Efek dari saling tuduh ini berujung pada penutupan Selat Hormuz. Bagi kamu yang belum tahu, jalur ini adalah urat nadi pengiriman minyak global paling penting. Jalur ini menghubungkan para raksasa produsen minyak di Timur Tengah dengan seluruh pasar dunia. Jadi, begitu jalur ini tersendat, pasokan energi ke berbagai negara, termasuk kemungkinan berdampak ke Indonesia, akan langsung terancam.

Apa Dampaknya Bagi Kita ke Depan?

Pelaku pasar saat ini sedang dalam posisi siaga satu. Mereka memantau ketat setiap detik perkembangan konflik di Selat Hormuz. Jika eskalasi terus berlanjut tanpa ada solusi diplomatik, harga minyak berpotensi besar untuk merangkak naik lebih tinggi lagi dalam waktu dekat.

Ketidakpastian ini tentu bukan kabar baik bagi ekonomi global yang sedang berusaha stabil. Kamu perlu memperhatikan bahwa setiap kenaikan harga minyak mentah biasanya akan diikuti oleh penyesuaian harga energi di tingkat domestik. Mari kita berharap ketegangan ini segera mereda sebelum harga minyak benar-benar menyentuh level psikologis yang lebih mengkhawatirkan. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Stasiun Plabuan dan Comal Aktif Lagi, Ini Daftar Kereta yang Bakal Singgah

finnews.id – PT KAI (Persero) resmi mengaktifkan kembali operasional dua stasiun di...

Market

POCO C81 Pro, HP Entry Level Xiaomi Usung Layar 120Hz dan Baterai 6000mAh

finnews.id – Xiaomi melalui sub-brand POCO dikabarkan tengah menyiapkan ponsel anyar di...

Market

Wuling Eksion Mengaspal di Indonesia, SUV 7-Seater Hybrid & Listrik dengan Jarak Tempuh 1.000 Km

finnews.id – Wuling Motors kembali mengguncang pasar otomotif Tanah Air dengan menghadirkan...

Market

Mulai 1 Juli 2026, Indonesia Stop Impor Solar!

finnews.id – Pemerintah Indonesia bersiap menghentikan impor bahan bakar solar mulai 1...