finnews.id – Pemerintah Indonesia mengambil langkah berani untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi global yang tidak menentu. Indonesia baru saja mendapatkan komitmen pasokan energi yang sangat besar, yakni sebanyak 150 juta barel minyak dari Rusia dengan harga khusus.
Kabar baik ini merupakan hasil nyata dari kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Rusia baru-baru ini. Langkah strategis ini menjadi jawaban atas kekhawatiran masyarakat terhadap krisis energi yang sedang melanda dunia.
Buah Diplomasi Tiga Jam di Moskow
Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, membeberkan detail kesepakatan ini dalam acara Economic Briefing 2026 di Jakarta, Kamis, 23 April 2026. Hashim menjelaskan bahwa komitmen ini lahir setelah Presiden Prabowo bertemu langsung dengan Presiden Vladimir Putin pada Senin (13/4) selama tiga jam penuh.
Awalnya, Rusia menyetujui pengiriman segera sebanyak 100 juta barel minyak mentah ke tanah air dengan harga spesial. Namun, Rusia juga memberikan opsi tambahan jika Indonesia masih membutuhkan stok lebih banyak.
“Indonesia sekarang sudah ada komitmen dari pemerintah Rusia, 150 juta barel kita bisa simpan di Indonesia untuk menghadapi masalah-masalah gejolak ekonomi,” ujar Hashim, dikutip Antara.
Hashim juga menekankan bahwa kunjungan tersebut murni untuk kepentingan rakyat. “Jadi dia (Prabowo) ke Moskow bukan untuk foya-foya. Dia ke Moskow ketemu Presiden Putin selama 3 jam dan dapat komitmen dari Presiden Putin,” tambahnya.
Solusi di Tengah Gejolak Perang AS-Israel dan Iran
Kehadiran Rusia sebagai pemasok energi alternatif menjadi sangat krusial bagi Indonesia. Saat ini, pasar energi dunia sedang terguncang akibat konflik bersenjata antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Dengan adanya cadangan minyak yang cukup, Indonesia berharap bisa lebih tangguh menghadapi ancaman kenaikan harga BBM di pasar internasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menargetkan minyak mentah (crude) dari Rusia ini mulai masuk ke Indonesia pada bulan April 2026 ini.