Home Market Demi Stabilitas Harga Minyak Goreng, Bapanas Usul DMO Minyakita Naik Jadi 60 Persen
Market

Demi Stabilitas Harga Minyak Goreng, Bapanas Usul DMO Minyakita Naik Jadi 60 Persen

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengusulkan peningkatan porsi kewajiban pasok dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) untuk minyak goreng rakyat merek Minyakita. Usulan tersebut menyasar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, dari sebelumnya 35 persen menjadi 60 persen.

Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat distribusi serta menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan peningkatan porsi DMO akan memudahkan pemerintah dalam mengawasi distribusi hingga ke tingkat pasar.

“Dengan porsi hingga 60 persen, pengawasan distribusi akan lebih mudah dan rantai pasok bisa dipangkas,” ujarnya, Selasa.

Meski demikian, pemerintah mencatat tren harga Minyakita mulai menunjukkan penurunan di sejumlah daerah. Sebagian distribusi DMO juga dialokasikan untuk program bantuan pangan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, rata-rata harga Minyakita secara nasional per 17 April 2026 berada di kisaran Rp15.982 per liter. Angka ini sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter, namun sebanyak 28 provinsi telah mencatat harga sesuai HET.

Sementara itu, realisasi distribusi DMO Minyakita melalui BUMN pangan sebagai distributor lini pertama telah mencapai 228,2 ribu ton atau sekitar 50,07 persen. Rinciannya, Perum Bulog menyerap 182,7 ribu ton, sedangkan ID FOOD sebesar 45,5 ribu ton dalam periode 26 Desember 2025 hingga 17 April 2026.

Ketut menegaskan, Minyakita bukan merupakan program subsidi pemerintah, melainkan kewajiban produsen minyak sawit untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum memperoleh izin ekspor.

Dari total produsen, sebanyak 53 perusahaan telah memenuhi kewajiban minimal DMO sebesar 35 persen, sementara 10 produsen lainnya masih belum mencapai target tersebut.

Bapanas juga mendorong penyederhanaan rantai distribusi. Dengan memperbesar peran BUMN, distribusi Minyakita diharapkan bisa langsung menjangkau pasar rakyat tanpa melalui banyak perantara. Selama ini, jalur distribusi panjang dari produsen ke distributor lini 1 dan lini 2 dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya harga di tingkat konsumen.

“Distribusi idealnya langsung dari produsen ke pengecer. Praktik tambahan di lapangan justru memperpanjang rantai pasok dan mendorong harga naik,” jelasnya.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan harga minyak goreng masih mengalami fluktuasi di berbagai daerah. Hingga minggu ketiga April 2026, kenaikan harga tercatat terjadi di 207 kabupaten/kota, meningkat dari 177 daerah pada pekan sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut lonjakan tersebut menunjukkan perlunya intervensi lebih intensif dari pemerintah pusat maupun daerah.

Pemerintah pun didorong untuk memperkuat pengawasan distribusi serta memastikan pasokan Minyakita tetap terjaga agar harga dapat kembali stabil di seluruh wilayah Indonesia.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Grup Djarum lewat IBST susul SUPR ajukan delisting dari bursa! Efek aturan free float 15% makin terasa, Iforte tawarkan tender offer Rp5.400 per saham.
Market

Grup Djarum Heboh! IBST Susul SUPR Pamit dari Bursa, Efek Aturan Baru Free Float 15 Persen?

finnews.id – Kabar mengejutkan kembali mengguncang lantai bursa! Salah satu raksasa menara...

Laba bersih Bank Mandiri (BMRI) melesat 16,6% jadi Rp15,4 Triliun di Kuartal I-2026. Penyaluran kredit tembus Rp1.530 Triliun, lampaui rata-rata industri!
Market

Laba Bank Mandiri (BMRI) Meledak Rp15,4 Triliun! Rekor Kredit Tembus Rp1.530 Triliun, Waktunya Borong Saham?

finnews.id – Kabar gembira datang dari raksasa perbankan tanah air! Di tengah...

Bursa Asia dibuka melesat pagi ini! IHSG berpotensi lanjut menguat ke level 7.600 didukung net buy asing dan sentimen positif FTSE Russell.
Market

Gila! Saham AI Bikin Bursa Asia Pecah Rekor Sepanjang Masa, Tapi IHSG Malah Nyungsep Sendirian

finnews.id – Panggung bursa saham Asia hari ini benar-benar milik teknologi masa...

Harga minyak Brent turun ke USD95,18 karena harapan damai AS-Iran. Namun, blokade Selat Hormuz masih mengancam pasokan energi global.
Market

Harga Minyak Dunia Mendadak Jinak! Sinyal Damai AS-Iran Muncul, Tapi Selat Hormuz Masih Jadi Bom Waktu?

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari pasar energi global. Setelah sempat “mengamuk”...