finnews.id – Pemerintah memastikan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih akan menjadi sumber lapangan kerja baru bagi masyarakat desa. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa perekrutan karyawan koperasi akan diprioritaskan bagi warga lokal, bukan melalui sistem terpusat.
“Karyawan kopdes akan direkrut dari desa setempat, termasuk pengurus koperasi yang sudah ada. Mereka akan diberi kesempatan untuk terlibat langsung,” ujar Ferry usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.
Tak hanya pengurus koperasi, pemerintah juga membuka peluang bagi masyarakat umum di desa, termasuk penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH).
Mereka dapat mengisi berbagai posisi operasional seperti kasir, sopir, petugas keamanan, hingga tenaga pendukung lainnya.
“Penerima manfaat PKH juga bisa bekerja di koperasi, kita ingin semua masyarakat desa ikut terlibat,” jelas Ferry.
Rekrutmen Diserahkan ke Desa
Untuk posisi non-manajerial, proses perekrutan akan dilakukan langsung oleh masing-masing desa melalui perangkat desa setempat.
Langkah ini diambil agar manfaat ekonomi dari program Kopdes Merah Putih benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.
Dalam pelaksanaannya, PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk sebagai penanggung jawab pembangunan fisik koperasi sekaligus pengelola awal selama dua tahun pertama.
Direktur Utama Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan bahwa tenaga kerja yang direkrut wajib berasal dari desa setempat, dengan prioritas utama bagi penerima PKH.
“Rekrutmen dilakukan melalui kepala desa dan sekretaris desa. Warga luar desa tidak diperkenankan ikut serta,” tegasnya.
Setiap Kopdes Serap 17 Tenaga Kerja
Setiap unit Kopdes Merah Putih diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 17 orang karyawan di luar posisi manajer.
Dengan skema ini, pemerintah memperkirakan total sekitar 1,56 juta warga desa di seluruh Indonesia akan mendapatkan peluang kerja baru.
Program Kopdes Merah Putih diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat ekonomi desa secara berkelanjutan.
Dengan melibatkan masyarakat lokal secara langsung, koperasi diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga desa.
Kebijakan rekrutmen lokal dalam program Kopdes Merah Putih menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperluas lapangan kerja sekaligus memberdayakan masyarakat desa. Dengan potensi jutaan tenaga kerja terserap, program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Indonesia.