finnews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan rangkaian kegiatan meriah dalam perayaan Lebaran Betawi 2026 yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 April 2026 di Lapangan Banteng. Acara ini menghadirkan beragam aktivitas budaya, religi, hingga hiburan rakyat yang terbuka untuk masyarakat luas.
“Kami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk hadir dan meramaikan Lebaran Betawi 2026,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, 4 April 2026.
Mengusung tema “Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global”, perayaan ini dimulai dengan malam syukuran pada Jumat (10/4) pukul 18.30–21.30 WIB. Kegiatan tersebut menghadirkan pengajian, maulid, tahlilan, tausiah, serta doa bersama sebagai pembuka rangkaian acara.
Atraksi Budaya hingga Hiburan Rakyat Meriahkan Hari Kedua
Selanjutnya, pada hari kedua, masyarakat dapat menikmati berbagai atraksi budaya mulai pukul 08.00 hingga 23.00 WIB. Beragam pertunjukan seperti ondel-ondel, tanjidor, silat, dan gambang kromong akan meramaikan suasana. Selain itu, panitia juga menghadirkan kegiatan seremonial, silaturahmi akbar, hingga hiburan khas Betawi seperti lenong dan layar tancep.
Memasuki hari terakhir pada Minggu (12/4), kegiatan berlangsung sejak pukul 06.00 hingga 22.00 WIB. Pengunjung dapat mengikuti aktivitas santai dan interaktif, mulai dari senam bersama, permainan tradisional Betawi, dongeng rakyat, hingga karnaval budaya. Tidak hanya itu, prosesi hantaran, sajian kuliner khas Betawi, serta pertunjukan musik turut melengkapi penutupan acara.
Dorong UMKM Lewat Bazar dan Kuliner Betawi
Selain menikmati hiburan, masyarakat juga dapat mengunjungi bazar produk lokal yang melibatkan pelaku UMKM. Kehadiran bazar ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkenalkan produk khas Betawi kepada pengunjung.
Uus menegaskan bahwa Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya.
“Ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, merawat tradisi, sekaligus memperkuat persatuan warga dalam suasana hari raya,” katanya.
Event Budaya Tahunan yang Terus Berkembang
Lebaran Betawi sendiri telah digelar sejak tahun 2008 dan kini memasuki penyelenggaraan ke-18. Setiap tahunnya, acara ini terus berkembang sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar pada kearifan lokal.
Tahun ini, panitia menargetkan sekitar 20.000 pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat umum, pelajar, komunitas budaya, hingga wisatawan domestik dan mancanegara.
Perayaan Lebaran Betawi 2026 terselenggara berkat kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Bamus Betawi, Majelis Kaum Betawi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga dan mengembangkan budaya Betawi.