finnews.id – Dunia saat ini sedang menahan napas! Situasi di Timur Tengah mendadak meledak setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan serangan balik yang sangat mematikan. Tidak main-main, empat rudal Ghadr milik Teheran dilaporkan menghantam kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln. Kabar ini langsung mengguncang pasar global dan memicu kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka yang jauh lebih luas.
Langkah ekstrem IRGC ini merupakan balasan langsung atas operasi militer gabungan AS dan Israel yang berlangsung sejak akhir Februari lalu. Eskalasi ini mencapai titik didih setelah serbuan udara lawan memakan korban jiwa dari kalangan petinggi negara, termasuk tokoh paling berpengaruh di Iran. Kini, aksi saling balas rudal ini membuat stabilitas keamanan internasional berada di titik nadir.
Detik-Detik Serangan Rudal Balistik Ghadr ke Aset Vital AS
Berdasarkan laporan Press TV yang mengutip keterangan resmi IRGC pada Kamis (2/4), serangan ini menyasar aset paling berharga milik Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan tersebut. Rudal Ghadr, yang dikenal memiliki daya hancur tinggi dan jangkauan luas, menjadi senjata utama Teheran untuk melumpuhkan dominasi militer asing di Teluk Persia.
Namun, serangan Iran tidak berhenti sampai di situ. Militer Teheran juga mengonfirmasi telah meluncurkan serangan rudal balistik yang menargetkan pertemuan rahasia para teknisi penerbangan dan pilot pesawat tempur Amerika Serikat. Lokasi serangan tersebut berada di dekat sebuah pangkalan militer di Uni Emirat Arab (UEA), yang selama ini menjadi simpul kekuatan udara AS di kawasan teluk.
“IRGC juga melancarkan serangan rudal balistik terhadap pertemuan rahasia para teknisi penerbangan dan pilot pesawat tempur Amerika Serikat (AS) di dekat sebuah pangkalan di Uni Emirat Arab (UEA),” tulis laporan resmi tersebut yang menggambarkan betapa seriusnya penetrasi serangan Iran kali ini.
Jet Tempur Musuh Rontok di Teluk Persia
Selain serangan rudal permukaan-ke-permukaan, sistem pertahanan udara Iran juga menunjukkan tajinya. IRGC mengklaim telah berhasil menembak jatuh sebuah “jet tempur utama musuh” yang sedang beroperasi di wilayah udara sensitif. Pesawat tempur canggih tersebut dilaporkan jatuh di perairan antara Pulau Qeshm dan Pulau Hengam, lokasi strategis di Teluk Persia.