finnews.id – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi memulai langkah besar untuk mengentaskan hunian tidak layak di Indonesia.
Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 siap digulirkan dengan target ambisius mencapai 400.000 unit rumah di seluruh pelosok negeri.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa tahap pertama renovasi akan segera dieksekusi setelah proses verifikasi penerima rampung.
Jadwal Pelaksanaan: Kapan Bedah Rumah Dimulai?
Catat tanggalnya! Pemerintah telah menetapkan timeline pasti untuk pelaksanaan tahap awal ini:
- 15 April 2026: Dimulainya renovasi fisik untuk 83.000 unit rumah pertama yang telah lolos verifikasi.
- Mei 2026: Pelaksanaan tahap berikutnya guna mengejar target nasional 400.000 rumah.
“Mulai tanggal 15 April, setelah verifikasi selesai, langsung kita jalankan,” ujar Maruarar saat meninjau lokasi di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Senin (30/3/2026).
Nominal Bantuan dan Kriteria Penerima
Bagi masyarakat yang bertanya-tanya mengenai besaran dana bantuan, berikut detailnya:
- Nilai Bantuan: Setiap penerima akan mendapatkan stimulan sebesar Rp20 juta untuk perbaikan rumah.
- Target Sasaran: Masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 (sangat miskin/miskin ekstrem).
- Fokus Perbaikan: Memastikan rumah memiliki struktur yang kokoh, atap yang tidak bocor, lantai yang layak, serta sanitasi dan pencahayaan yang cukup.
Di Provinsi Banten sendiri, alokasi bantuan mencapai 3.322 unit, yang tersebar di wilayah perdesaan (2.258 unit), pesisir (540 unit), dan perkotaan (524 unit).
Mengubah Hidup Keluarga Sumiyati
Kondisi rumah tidak layak huni bukan sekadar angka statistik. Sumiyati (38), seorang warga Tigaraksa, menceritakan perjuangannya tinggal di rumah yang nyaris roboh.
- Kondisi Lama: Lantai tanah, atap seng yang bocor parah, tanpa plafon, dan gelap gulita saat siang hari.
- Harapan Baru: Melalui program BSPS, keluarganya kini menanti hunian yang lebih manusiawi agar anak-anaknya bisa beristirahat dengan tenang saat hujan turun.
Strategi Pemerintah: Tepat Sasaran & Terintegrasi
Kehadiran tokoh penting seperti Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dan Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, menunjukkan bahwa program ini dipantau ketat secara data.
Tujuan Utama Program BSPS 2026: