Home Entertainment Mimpi yang Mengancam Dunia di Resurrection
Entertainment

Mimpi yang Mengancam Dunia di Resurrection

Film the ressurection

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Asia tak pernah ketinggalan menciptakan karya film layar lebar yang mengguncang minat penggemar film bioskop di dunia.

Kali ini melalui aktris Taiwan, Shu Qi, yang bakal kembali ke layar lebar melalui film terbaru karya sutradara Bi Gan berjudul Resurrection.

Film drama fiksi ilmiah ini mempertemukan Shu Qi dengan Jackson Yee.

 

Setting Waktu

Film Resurrection berlatar di masa depan, mengisahkan dunia di mana manusia dapat hidup selamanya selama mereka tidak bermimpi. Namun mereka yang bermimpi dianggap berbahaya.

Resurrection berlatar di masa depan ketika mimpi adalah anomali yang mencerminkan lompatan waktu sehingga sejarah menjadi berantakan.

 

Hingga suatu kali, seorang yang dikenal sebagai Big Other (Shu Qi), diberi tugas khusus untuk menjaga kelurusan alur waktu.

Salah satu misi yang diembannya adalah menemukan sosok pemimpi yang telah lama bersembunyi.

 

Pemimpi tersebut adalah seorang Fantasmer yang juga dikenal sebagai Deliriant (Jackson Yee). Keberadaan Fantasmer dianggap sebagai ancaman karena setiap mimpi yang ia alami menciptakan retakan dalam realitas abadi manusia.

Setelah melalui pencarian bertahun-tahun, Big Other akhirnya berhasil menemukan lokasi persembunyian Fantasmer.

Namun bukannya langsung membangunkannya secara paksa, Big Other justru memberikan kesempatan langka bagi sang Fantasmer untuk menjalani satu rangkaian mimpi terakhir.

 

Perjalanan ini terbagi menjadi empat bagian mimpi yang melintasi rentang waktu hingga 100 tahun sejarah.

Dalam setiap lapisan mimpi, Fantasmer hadir sebagai sosok yang berbeda-beda dengan atmosfer yang terus berubah.

 

Meskipun setiap potongan kehidupan tersebut terlihat berdiri sendiri namun sebenarnya masih terdapat benang merah yang saling terhubung melalui kehadiran sang pemimpi.

Resurrection adalah film garapan sutradara asal Tiongkok, Bi Gan, yang sebelumnya dikenal lewat karya Kaili Blues (2015) dan Long Day’s Journey Into Night (2018).

Film ini menjadi sorotan karena penggunaan teknik visual yang eksperimental, ciri khas Bi Gan dalam mengeksplorasi batas antara kenyataan dan alam bawah sadar.

Bagikan
Artikel Terkait
Nama Faith Christabelle menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta budaya pop, khususnya para penggemar musik K-Pop di tanah air.
Entertainment

Pergi ke Internasional! Rahasia Faith Christabelle Bisa Jadi Kreator Favorit Megabintang K-Pop, Jungkook BTS!

Finnews.id – ENTERTAINMENT   Nama Faith Christabelle tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di kalangan...

Di sudut-sudut kota hingga ke ruang digital paling pribadi, jutaan orang masih terjebak dalam siklus pencarian angka "wajib tembus"
Entertainment

Terbongkar! Misteri Mimpi Ular 2D: Hoki Instan atau Jebakan Palsu yang Bikin Ludes?

Finnews.id – ENTERTAINMENT   Hari berganti, namun “epidemi” harapan palsu yang dibawa oleh...

Meski secara hukum dilarang, aktivitas ini tetap memiliki dasar peminat yang luas, mulai dari sekadar ngobrol di warung kopi hingga grup-grup diskusi di media sosial.
Entertainment

Cuan Instan atau Tipu Daya Palsu? Bongkar Fakta Kelam di Balik Jackpot Togel yang Bikin Ketagihan!

Finnews.id – ENTERTAINMENT Membicarakan togel (toto gelap) di Indonesia memang tidak pernah...

AAA Clan, Komunitas konten kreator yang dikenal lewat live streaming panjang bertajuk Marapthon sembilan figur dengan latar belakang berbeda
Entertainment

Ingin Channel Cepat Populer? Intip Rahasia Sukses Media Marketing dari AAA Clan!

Finnews.id – ENTERTAINMENT  AAA Clan adalah Komunitas konten kreator yang semakin dikenal...