Catatan Dahlan Iskan

Amang Amat

Catatan Dahlan Iskan

Bagikan
Bagikan

Oleh: Dahlan Iskan

Begitu banyak mobil di kota yang namanya belum pernah saya dengar ini: Mukalla. Yakni kota pantai di Hadramaut, Yaman Selatan.

Saya ke kota itu karena tidak ada pesawat keluar Yaman sebelum tujuh hari dari kedatangan saya. Padahal sudah tidak ada lagi yang perlu saya lihat di Tarim, ”kota Habib” di pedalaman Yaman.

Maka saya pun melihat-lihat peta: ada kota apa di sekitar Tarim. Masih ada waktu tiga hari sebelum ada pesawat keluar dari Yaman. Saya ke kota itu saja dulu: ke Mukalla. Lima jam naik mobil carteran dari Tarim.

“Sejak kapan banyak mobil begini?” tanya saya kepada sahabat Disway di sana yang mengantarkan saya ke Mukalla.

“Sejak tahun 2014. Sejak Al Qaeda berkuasa di Mukalla,” katanya.

Saya tertawa keras. Ia kaget. “Ternyata Al Qaeda ada baiknya juga ya…” gurau saya.

“Tapi lebih banyak tidak baiknya,” sergahnya.

Al Qaeda hanya setahun berkuasa di Mukalla. Tahun 2015 sudah diusir dari ibukota provinsi Hadramaut itu. Tapi selama berkuasa setahun itu Al Qaeda sempat membebaskan pajak impor. Termasuk impor mobil.

Sejak itu harga mobil di Hadramaut murah sekali. Dengan uang setara Rp 75 juta sudah bisa membeli Toyota Noah. Rasanya Noah itu sekelas Innova. Banyak sekali Noah di Mukalla. Juga Toyota Voxy. Pokoknya mobil apa saja di Mukalla mereknya Toyota. Hanya sedikit yang Nissan. Atau Hyundai dan KIA. Belum terlihat, tumben, mobil Tiongkok.

Sebenarnya saya ingin ke Aden. Yakni kota pelabuhan yang dulu menjadi ibukota negara Yaman Selatan. Kota itu, kata orang, indah sekali. Menghadap ke Teluk Aden. Atau setidaknya ke San’aa. Ibu kota negara Yaman Utara yang kemudian menjadi ibu kota Yaman bersatu. Sangat indah juga. Kata orang. Letaknya di pegunungan.

Tapi kedua kota besar itu tertutup. Masih dalam suasana perang. Apa boleh buat. Hanya ada kesempatan satu ini: ke kota Mukalla.

Sebenarnya saya sempat senang ketika melihat tiket pesawat saya dari Jeddah. Tertulis di tiket: jurusan Aden. Pun di layar bandara Jeddah terbaca: tujuan pesawat ini ke Aden. Yeeiii… Saya akan bisa terbang ke Aden.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Lumbung Komisi

Oleh: Dahlan Iskan “Nisa masuk rumah sakit,” ujar wanita muda itu saat...

Catatan Dahlan Iskan

Daftar Keinginan

Oleh: Dahlan Iskan Setelah 25 hari IsAm-Iran siapa yang menang? Setidaknya untuk sementara? Dua-duanya...

Catatan Dahlan Iskan

Mati Efisiensi

Oleh: Dahlan Iskan Justru saya yang mereka sebut sebagai petir. Yakni saat...

Catatan Dahlan Iskan

Lebaran Rezeki

Oleh: Dahlan Iskan Tidak habis-habisnya saya minta maaf di sepanjang jalan. Tamu-tamu...