finnews.id – Banyak pasangan muda (Gen Z) di China meninggalkan tradisi upacara pernikahan yang mewah dan lebih memilih perayaan yang murah dan kasual dengan memilih spot restoran cepat saji ataupun hotpot.
Dilansir SCMP, pada tahun 2024, pernikahan tradisional khas Tiongkok terkenal dengan kemewahannya, tetapi generasi muda memilih pendekatan yang lebih sederhana dengan pilihan tempat mereka.
Pendekatan tren ini dipilih karena beberapa aspek keuntungan.
Pertama, pasangan terhindar dari ritual yang rumit, seperti bersulang tanpa henti, dan menghilangkan kekhawatiran tentang cuaca untuk pernikahan di luar ruangan.
Kedua, Hal ini juga membuat biaya pernikahan lebih terjangkau.
Tidak seperti pernikahan di hotel mewah, yang sering kali memerlukan uang jaminan besar untuk tempat dan katering, pemesanan makanan cepat saji dapat dilakukan dengan biaya dan jumlah tamu minimum.
Selain itu, tempat-tempat tersebut menyediakan latar belakang yang kasual dan muda untuk hari besar tersebut.
Di restoran cepat saji McDonald’s, yang sudah menjadi tempat populer untuk pesta ulang tahun anak-anak di seluruh dunia, pasangan yang menikah di sana bahkan dapat membuat karangan bunga pernikahan dari McNuggets, yang menambah nostalgia dan keceriaan pada pernikahan.
Contoh Peristiwa
– Seorang pengantin wanita, bernama Xiaoyezi, dari Provinsi Guangdong di Tiongkok selatan, mengundang sekitar 20 tamu ke pernikahannya. Angka tersebut tentu merupakan jumlah yang sangat sedikit dibandingkan dengan acara tradisional dan merayakannya dengan makan malam di restoran burger terkenal di AS.
“Saat kami masih sekolah, kami biasa berkencan di McDonald’s. Setiap kali ada mainan Hello Kitty yang dirilis, dia akan membelikannya untukku,” katanya kepada Life Lab.
Xiaoyezi mengatakan bahwa menyelenggarakan pernikahan di cabang restoran makanan cepat saji itu hanya membutuhkan pengeluaran minimum 800 yuan (Rp1,7 juta) untuk makanan.
Sementara biaya pernikahan keseluruhan kurang dari 2.000 yuan (sekitar Rp4,3 juta), termasuk untuk makanan dan dekorasi.