finnews.id – Kementerian Pertahanan Turki mengkonfirmasi bahwa rudal balistik yang ditembakkan dari Iran telah dicegat di wilayah udara Turki oleh sistem pertahanan NATO.
“Sebuah amunisi balistik yang diluncurkan dari Iran dan memasuki wilayah udara Turki dinetralisir oleh aset pertahanan udara dan rudal NATO di Mediterania timur,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, Senin, 9 Maret 2026.
“Beberapa pecahan dari senjata tersebut jatuh di wilayah terbuka di daerah Gaziantep, sekitar 200 kilometer (120 mil) sebelah timur Adana, dan tidak menyebabkan cedera,” lanjut pernyataan tersebut.
Sejak serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari, Iran telah membalas dengan serangan rudal dan drone di seluruh Timur Tengah dalam upaya untuk menyerang aset AS.
Sejauh ini, Turki tampaknya terhindar, meskipun pasukan AS ditempatkan di beberapa pangkalan militernya, salah satunya adalah pangkalan udara Incirlik yang terletak di luar kota Adana di selatan.
Pangkalan udara Incirlik adalah fasilitas NATO penting yang telah digunakan oleh pasukan AS selama beberapa dekade dan terletak hanya 10 kilometer di luar Adana.
Dalam sebuah unggahan di X, kepala komunikasi kepresidenan Turki, Burhanettin Duran mengatakan, negaranya tidak akan ragu untuk melindungi wilayah udaranya dan keamanan perbatasannya.
“Kami sekali lagi menegaskan peringatan kami kepada semua pihak, khususnya Iran, untuk menahan diri dari tindakan yang dapat membahayakan keamanan regional dan membahayakan warga sipil,” tulisnya.
Sebelumnya pada 4 Maret, pasukan NATO mencegat rudal balistik yang menuju Turki yang diluncurkan dari Iran.
Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengatakan rudal tersebut terlihat oleh pasukan Spanyol yang mengoperasikan baterai rudal Patriot, yang berbasis di Incirlik.
Mereka telah “mendeteksi dan melaporkan serangan rudal tersebut,” meskipun mereka bukanlah pihak yang menembak jatuh rudal itu,” katanya.