finnews.id – Spekulasi terkait masa depan Julian Alvares kembali memanas setelah kabar terbaru menyebutkan pemain muda ini enggan memperpanjang kontrak dengan Atletico Madrid. Kontrak Alvares saat ini akan berakhir pada 2025, dan negosiasi perpanjangan kontrak dikabarkan menemui jalan buntu karena sang pemain lebih tertarik pada opsi bermain di luar Spanyol.
Menurut laporan dari media internasional, Alvares telah menyatakan ketertarikannya untuk pindah ke Barcelona. Langkah ini dianggap sebagai strategi pemain untuk mencari peluang bermain lebih banyak dan berkembang di bawah tekanan kompetitif La Liga yang berbeda dari Atletico. Pengamat menyebutkan bahwa gaya permainan Alvares dinilai lebih cocok dengan filosofi menyerang Barcelona.
Barcelona Menjadi Tujuan Utama
Barcelona sendiri sedang mencari pengganti jangka panjang untuk beberapa posisi lini tengah dan sayap. Alvares dianggap sebagai talenta yang dapat langsung masuk ke skuat utama. Sumber dari klub menyebutkan bahwa pihak Barcelona sudah melakukan pengintaian performa Alvares sejak musim lalu, dan ketertarikan ini meningkat seiring dengan konsistensi penampilan sang pemain di La Liga.
Jika transfer ini terealisasi, Barcelona akan memperkuat lini tengah dengan pemain muda yang memiliki kemampuan menyerang dan bertahan seimbang. Selain itu, Alvares juga dikenal memiliki visi permainan yang baik, kemampuan dribel yang solid, dan tendangan jarak jauh yang akurat, menjadikannya aset berharga bagi tim yang tengah membangun proyek jangka panjang.
Atletico Menghadapi Tantangan Negosiasi
Bagi Atletico Madrid, keengganan Alvares menandatangani perpanjangan kontrak menjadi tantangan tersendiri. Klub diperkirakan akan menghadapi tekanan untuk menjual pemain ini sebelum kontraknya habis agar tidak kehilangan aset secara gratis. Skenario ini membuat Atletico berada di posisi sulit, terutama mengingat Alvares merupakan salah satu talenta muda yang diminati banyak klub Eropa.
Pengamat transfer menilai, strategi Atletico dalam beberapa musim terakhir untuk mempertahankan pemain muda top memang tidak selalu berhasil. Faktor ambisi pribadi pemain, tawaran gaji, dan peluang bermain di klub lain menjadi pertimbangan utama. Hal ini tercermin dalam kasus Alvares, yang lebih memilih jalan karier yang menguntungkan secara sportif daripada loyalitas kontrak jangka panjang.