Home Internasional Dua Kereta Cepat di Spanyol Bertabrakan, 39 Tewas!
Internasional

Dua Kereta Cepat di Spanyol Bertabrakan, 39 Tewas!

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Setidaknya 39 orang tewas di Spanyol selatan, setelah sebuah kereta cepat tergelincir dan bertabrakan dengan kereta yang datang dari arah berlawanan, Minggu, 18 Januari 2026 malam.

Satu kereta berangkat dari Malaga ke Madrid, dan yang lainnya dari Madrid ke Huelva. Ini merupakan salah satu kecelakaan kereta api terburuk di Eropa dalam 80 tahun terakhir.

Kecelakaan itu terjadi di dekat Adamuz di provinsi Cordoba, sekitar 360 km selatan ibu kota Madrid.

Kecelakaan itu menyebabkan 122 orang terluka, dengan 48 orang masih dirawat di rumah sakit dan 12 orang di ruang perawatan intensif, menurut layanan darurat.

“Kereta miring ke satu sisi, lalu semuanya menjadi gelap, dan yang saya dengar hanyalah teriakan,” kata Ana, seorang wanita muda yang sedang dalam perjalanan kembali ke Madrid dan dirawat di pusat Palang Merah di Adamuz.

Dengan pincang dan terbungkus selimut, wajahnya tertutup plester, ia menggambarkan bagaimana ia diseret keluar dari kereta dalam keadaan berlumuran darah melalui jendela oleh penumpang lain yang berhasil menyelamatkan diri.

Petugas pemadam kebakaran menyelamatkan saudara perempuannya dari reruntuhan dan ambulans membawa mereka berdua ke rumah sakit.

“Ada orang yang baik-baik saja dan ada pula yang terluka parah. Mereka ada tepat di depan Anda dan Anda tahu mereka akan meninggal, dan Anda tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

OPERASI PENYELAMATAN YANG RUMIT

Operasi penyelamatan menjadi rumit karena lokasi kecelakaan yang terpencil. “Lokasi hanya dapat diakses melalui jalan satu jalur, sehingga menyulitkan ambulans untuk masuk dan keluar,” kata Iñigo Vila, direktur darurat nasional di Palang Merah Spanyol, kepada Reuters.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dan Menteri Transportasi Oscar Puente termasuk di antara mereka yang menuju lokasi kecelakaan pada Senin pagi.

Sanchez membatalkan perjalanannya ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss setelah kecelakaan tersebut. “Jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 39 dan belum dapat dipastikan,” kata Puente di X.

Terdapat sekitar 400 penumpang di kedua kereta tersebut, menurut pernyataan dari kedua operator kereta, Iryo dan Alvia milik negara Renfe.

Garda Sipil mengatakan telah membuka kantor di Cordoba bagi keluarga korban untuk memberikan sampel DNA guna membantu mengidentifikasi para korban tewas.

Kereta Iryo, yang melaju dengan kecepatan 110 km/jam, sedang dalam perjalanan dari Malaga ke Madrid, sementara kereta kedua menuju Huelva dengan kecepatan 200 km/jam.

Masih terlalu dini untuk membicarakan penyebabnya, tetapi kejadian itu terjadi dalam “kondisi yang aneh,” kata Presiden Renfe Álvaro Fernandez Heredia di stasiun radio lokal Cadena Ser.

Ia menambahkan bahwa “kesalahan manusia praktis dikesampingkan”.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Mengenal John Ternus, CEO Baru Apple Pengganti Tim Cook di Era AI

finnews.id – Kabar besar datang dari raksasa teknologi asal Cupertino. Pada hari...

Internasional

Kali Pertama Sejak Konflik AS-Iran Pecah, Harga Bensin dan Solar di China Turun

finnews.id – Pemerintah China akhirnya membawa angin segar bagi para pemilik kendaraan....

IMF puji ekonomi Indonesia sebagai bright spot dunia! Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pamer fiskal solid dan dorong investasi hilirisasi di Washington.
Internasional

Indonesia Jadi Bright Spot Ekonomi Dunia! Menkeu Purbaya Pamer Pujian IMF di Washington DC

finnews.id – Kabar membanggakan datang dari panggung ekonomi internasional! Di tengah awan...

Internasional

Gencatan Senjata di Timur Tengah Belum Pasti: Harga Minyak Melonjak, Saham Berguncang! 

finnews.id – Pasar global kembali menghadapi situasi pelik pada pembukaan pekan ini....