Finnews.id – Alpukat telah lama menjadi primadona dalam menu diet sehat berkat kandungan lemak tak jenuh dan nutrisinya yang melimpah. Namun, bagi sebagian orang, mengonsumsi buah hijau ini justru memicu masalah pencernaan seperti perut kembung, begah, hingga diare. Fenomena ini berkaitan erat dengan kandungan senyawa karbohidrat rantai pendek yang dikenal sebagai FODMAP.
Berdasarkan riset dari Monash University, alpukat mengandung sorbitol, sejenis gula alkohol yang termasuk dalam kelompok FODMAP. Bagi mereka yang memiliki pencernaan sensitif atau menderita Irritable Bowel Syndrome (IBS), sorbitol sulit diserap oleh usus halus sehingga memicu fermentasi bakteri di usus besar yang menghasilkan gas berlebih.
Takaran Porsi Menentukan Kenyamanan Perut
Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa status “sehat” alpukat sangat bergantung pada ukuran saji atau porsinya. Alpukat tidak serta-merta harus dihindari, melainkan perlu diatur jumlah konsumsinya agar tidak menimbulkan reaksi negatif pada sistem pencernaan.
Berikut adalah panduan porsi berdasarkan kandungan FODMAP-nya:
Porsi Tinggi: Mengonsumsi setengah buah alpukat (sekitar 80 gram) termasuk kategori tinggi FODMAP dan berisiko besar memicu gejala kembung.
Porsi Sedang: Seperempat buah alpukat (sekitar 45 gram) mengandung tingkat FODMAP moderat.
Porsi Rendah (Aman): Seperdelapan buah alpukat (sekitar 30 gram) tergolong rendah FODMAP dan umumnya aman dikonsumsi, bahkan oleh penderita gangguan pencernaan sekalipun.
Mengapa FODMAP Memicu Masalah Pencernaan?
Secara teknis, FODMAP bergerak sangat lambat di dalam usus halus dan menarik air di sepanjang salurannya. Saat mencapai usus besar, bakteri memecah karbohidrat ini melalui proses fermentasi. Kombinasi akumulasi air dan pelepasan gas inilah yang menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri perut, hingga perubahan pola buang air besar.
Namun, reaksi setiap individu terhadap sorbitol dalam alpukat berbeda-beda. Ada orang dengan kondisi IBS yang tetap bisa menikmati alpukat tanpa keluhan, sementara yang lain mungkin sudah merasa begah hanya dengan porsi kecil.