finnews.id – Nyanyi Bali, sebuah grup multigenerasi asal Bali, Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan, berbasis komunitas dan budaya, hari ini mengumumkan kolaborasinya dengan Valrhona, perusahaan B Corp asal Prancis, pemimpin dalam gastronomi cokelat premium sejak 1922. Kolaborasi ini menghadirkan Valrhona Cocoa Forest sebagai tonggak baru dalam pengembangan gastronomi berkelanjutan.

Berlokasi di Tabanan, Bali, Valrhona Cocoa Forest merupakan pusat pembelajaran kolaboratif pertama Valrhona di Asia yang dikembangkan berbasis perkebunan kakao.
Kawasan seluas satu hektare ini dikembangkan menyerupai kebun kakao tradisional, dengan penerapan prinsip agroforestri dan metode pertanian agroekologis. Dirancang dan dibangun dari awal sejak tiga tahun lalu, area ini menggunakan pendekatan regeneratif, untuk mengelola tanah dan sumber daya air secara lebih berkelanjutan.
Hutan kakao ini menanam lebih dari 10 varietas kakao yang dipadukan dengan beragam pohon dan tanaman endemik Indonesia, yang mencerminkan komitmen kuat terhadap pelestarian lingkungan dan ekosistem Bali. Inisiatif ini juga telah mendapat pengakuan sebagai Slow Food Farm, sebagai apresiasi atas upaya menghadirkan pangan yang baik, bersih, dan adil.

Siswanto, Managing Director Nyanyi Bali; Emmanuelle Brun, Head of Strategic Growth & NewVentures, Valrhona; dan Nyoman Astari Siswanto, Director Nyanyi Bali, di
Valrhona Cocoa Forest, Bali.
Kemitraan antara Nyanyi Bali dan Valrhona menghadirkan keahlian berkelas global yang akan berkontribusi dalam memperkuat seluruh rantai nilai kakao dan cokelat, melalui dua pendekatan utama yang saling melengkapi.
Pertama, Valrhona akan menjaga sekaligus mengembangkan pasokan biji kakao fermentasi agar para produsen kakao dapat menjangkau pasar cokelat premium. Kedua, kolaborasi ini turut memperkuat ekosistem gastronomi Bali, bahkan Indonesia, melalui program edukasi Nyanyi bagi pelajar, serta program École Valrhona yang didedikasikan untuk para chef.