finnews.id – Setelah 17 hari pencarian tanpa henti, harapan menemukan Syafiq Ridhan Ali Razan (18) dalam keadaan selamat akhirnya pupus.
Pendaki asal Magelang yang hilang saat mendaki Gunung Slamet itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (14/1/2026).
Kabar duka tersebut dibenarkan Kepala Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, Sutrisno. Ia menyampaikan bahwa Syafiq Ali ditemukan oleh tim SAR pada hari ke-17 operasi pencarian.
“Survivor atas nama Ali Syafiq telah ditemukan dalam kondisi MD (meninggal dunia),” ujar Sutrisno dalam rekaman video yang diterima wartawan.
Ditemukan di Tebing Kawah, 50 Meter dari Puncak
Jenazah Syafiq ditemukan sekitar pukul 10.22 WIB di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di area Batu Watu Langgar, tak jauh dari puncak Gunung Slamet. Lokasinya berada di tebing kawah, sekitar 50 meter dari puncak.
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, menjelaskan posisi korban tidak berada di dasar kawah, melainkan di sisi tebing.
“Korban ditemukan dalam posisi terbaring di tebing kawah, bukan di bawah kawah. Kedalamannya sekitar 50 meter dari puncak,” jelas Catur.
Informasi penemuan tersebut diterima Pemerintah Kota Magelang sekitar pukul 10.30 WIB langsung dari tim SAR yang berada di puncak.
Kronologi Hilang Saat Pendakian
Syafiq Ali mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Pemalang, pada Sabtu malam (27/12/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.
Keduanya dijadwalkan turun pada Minggu (28/12/2025) sore. Namun di sekitar Pos 9, mereka terpisah. Himawan akhirnya ditemukan selamat di Pos 5 dan dievakuasi ke basecamp pada Selasa (30/12/2025). Menurut keterangan korban selamat, Syafiq saat itu berusaha mencari bantuan.
Dugaan Penyebab Meninggal Dunia
Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, mengungkapkan bahwa Syafiq diduga meninggal akibat hipotermia. Dugaan ini diperkuat dengan kondisi korban dan perlengkapan yang ditemukan di sekitar lokasi.