finnews.id – Kapal induk milik Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln (CVN-72) diklaim terkena hantaman empat rudal balistik milik Iran.
Hal tersebut disampaikan oleh Garda Revolusi iran (IRGC) pada Minggu (1/3/2026), di tengah-tengah memanasnya konflik Iran dengan AS-Israel.
“Kapal induk Angkatan Laut AS Abraham Lincoln diserang dengan empat rudal balistik,” bunyi pernyataan IRGC, dikutip Redaksi dari media terpercaya, Minggu (1/3/2026).
“Serangan dahsyat angkatan bersenjata Republik Islam Iran terhadap kekuatan militer musuh yang lelah memasuki fase baru, darat dan laut akan semakin menjadi kuburan para agresor teroris,” sambungnya.
Bantahan Amerika Serikat
Namun begitu, Komando Pusat AS (CENTCOM) membantah keras klaim Teheran yang menyebut telah berhasil menghantam kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN-72) dengan empat rudal balistik pada Minggu (1/3/2026).
CENTCOM menyebut laporan yang dikeluarkan oleh IRGC sebagai informasi palsu. Mereka memastikan USS Abraham Lincoln masih beroperasi penuh.
Spesifikasi
Spesifikasi USS Abraham Lincoln USS Abraham Lincoln (CVN-72) adalah kapal induk AS bertenaga nuklir kelas Nimitz yang diluncurkan pada 13 Februari 1988.
- Awal Operasi Kapal
Dikutip dari GulfNews (27/1/2026), USS Abraham Lincoln kemudian diakusisi oleh Angkatan Laut AS pada 30 Oktober 1989.
Kapal itu secara resmi dioperasikan pertama kali oleh Angkatan Laut AS pada 11 November 1989.
Adapun kapal induk AS tersebut memiliki bobot sekitar 104.300 ton beratnya saat terisi penuh.
Sementara itu, panjang dari kapal induk kelas Nimitz itu adalah 1.092 kaki (1.040 kaki di garis air) dengan lebar 252 kaki.
- Kedalaman lambung
Jarak vertikal dari garis air ke titik terendah lambung kapal tersebut mencapai 41 kaki.
USS Abraham Lincoln digerakkan oleh dua reaktor nuklir Westinghouse A4W.
Kedua reaktor itu menggerakan empat turbin uap dan poros untuk menghasilkan daya 260.000 tenaga kuda poros.
Hal tersebut memungkinkan USS Abraham Lincoln memiliki kecepatan lebih dari 30 knot dengan jangkauan hampir tak terbatas.
- Daya Tampung
Daya tampung kapal USS Abraham Lincoln mampu menampung awak sebanyak 3.200 pelaut ditambah satuan tempur sayap udara sebanyak 2.480 personel.
Kapal tersebut bisa menampung hingga 90 pesawat sayap tetap dan helikopter, dengan memfasilitasi peluncuran dan pendaratan cepat.
Sayap udara yang ditugaskan di USS Abraham Lincoln adalah Carrier Air Wing Nine (CVW-9) dengan memiliki skuadron-skuadron seperti:
- VFA-14 dan VFA-151 dengan F/A-18E Super Hornet untuk misi superioritas udara
- VMFA-314 dengan F-35C Lightning II untuk serangan siluman VAQ-133 dengan EA-18G Growler untuk peperangan elektronik VAW-117 dengan E-2D Hawkeye untuk peringatan dini udara
- Unit helikopter HSC-14 dan HSM-71 yang mengoperasikan varian MH-60 Seahawk untuk tugas pencarian dan penyelamatan serta peperangan anti-kapal selam.
Persenjataan Utama
Persenjataan kapal USS Abraham Lincoln dilengkapi persenjataan dalam menunjang pertahanan kapal induk tersebut terhadap rudal dan pesawat musuh.
Persenjataannya meliputi:
- Dua peluncur rudal Mk 57 Mod 3 Sea Sparrow -Dua sistem rudal RIM-116 Rolling Airframe -Missile Dua sistem senjata jarak dekat Phalanx Close-In Weapon System (CIWS).
Selain itu, kapal induk bertenaga nuklir tersebut juga dilengkapi dengan radar pencarian udara tiga dimensi AN/SPS-48E dan akuisisi target AN/SPQ-9B. USS Abraham Lincoln juga memiliki perangkat peperangan elektronik seperti SLQ-32A(V)4 dalam meningkatkan kesadaran situasional dan tindakan penanggulangan ancaman.
Kapal itu juga dikelilingi oleh armada kapal yang disebut sebagai gugus tempur kapal induk. Armada itu mencakup kapal perusak, kapal penjelajah, dan kapal selam. Berada di Gugus Tempur Kapal Induk 3, USS Abraham Lincoln diapit oleh kapal perusak Spruance, Michael Murphy, dan Frank E. Petersen Jr.