Home Internasional KBRI Ungkap Kondisi Terkini WNI Usai Amerika Serang Venezuela
Internasional

KBRI Ungkap Kondisi Terkini WNI Usai Amerika Serang Venezuela

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas mengungkap kondisi terkini warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela pasca serangan militer Amerika Serikat yang mengguncang negara Amerika Latin tersebut. Meski situasi sempat mencekam, KBRI memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman.

Serangan Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026) dilaporkan berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, memicu status darurat nasional dan kekhawatiran global akan eskalasi konflik. Namun, KBRI menyatakan situasi keamanan di ibu kota Caracas kini mulai terkendali.

“Situasi keamanan dan aktivitas sosial di Caracas berangsur kondusif dan menunjukkan peningkatan,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, dalam keterangan video yang dipantau di Jakarta, Senin (5/1).

37 WNI di Venezuela Dipastikan Aman

KBRI Caracas mencatat, hingga Senin sore, seluruh 37 WNI yang berada di Venezuela dalam kondisi aman dan tetap dapat berkomunikasi dengan perwakilan Indonesia setempat.

Menurut laporan KBRI, aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Sejumlah pasar swalayan telah beroperasi seperti biasa dan tidak ditemukan fenomena panic buying di kalangan warga.

“Mobilitas kendaraan di jalan-jalan utama sudah berjalan normal, begitu juga operasional stasiun pengisian bahan bakar,” jelas Yvonne.

Meski kondisi keamanan membaik, KBRI melaporkan masih terdapat gangguan jaringan komunikasi nasional di beberapa wilayah Caracas. Selain itu, pemadaman listrik masih terjadi secara terbatas di salah satu kawasan ibu kota.

“Kami terus memantau perkembangan situasi secara intensif,” tambah Yvonne.

KBRI Siapkan Rencana Darurat untuk WNI

Mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan, Kementerian Luar Negeri RI bersama KBRI Caracas telah menyiapkan rencana kontingensi demi menjamin keselamatan seluruh WNI di Venezuela.

Langkah ini mencakup pemantauan keamanan, komunikasi intensif dengan WNI, hingga opsi evakuasi jika situasi kembali memburuk.

Dalam pernyataan resminya, pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas penggunaan kekuatan militer oleh Amerika Serikat di Venezuela. Indonesia menilai tindakan tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional.

“Indonesia menyerukan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, Piagam PBB, serta mengutamakan perlindungan warga sipil,” tegas Yvonne.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy.
Internasional

Zelenskyy: Pembicaraan Lanjutan Ukraina dan AS Akan Bahas ‘Isu-isu Paling Sulit’

finnews.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pembicaraan lebih lanjut antara tim...

Internasional

PBB Tuduh Israel Terapkan ‘Apartheid’ di Tepi Barat

finnews.id – PBB menyatakan diskriminasi dan segregasi terhadap warga Palestina oleh Israel...

Internasional

AS Sita Kapal Tanker Berbendera Rusia yang Terkait dengan Venezuela

finnews.id – Amerika Serikat (AS) menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia...

Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami.
Internasional

Panglima Militer Iran Akan Balas Ancaman Trump dan Netanyahu

finnews.id – Panglima militer Iran, Jenderal Amir Hatami menegaskan, Iran tidak akan...