finnews.id – Tim dayung Inggris selamatkan penyu yang terjebak jaring plastik di tengah perlombaan menjadi kisah yang menyita perhatian dunia internasional. Peristiwa ini terjadi jauh di tengah Samudra Atlantik, ketika tiga atlet dayung asal Inggris memilih menghentikan laju perlombaan ekstrem demi menyelamatkan seekor penyu laut besar yang terjerat sampah manusia. Di tengah kerasnya tantangan laut lepas, keputusan tersebut memperlihatkan bahwa empati dan kepedulian lingkungan masih memiliki ruang penting dalam dunia olahraga ketahanan.
Aksi Tak Terduga di Samudra Atlantik
Tim Call to Earth yang berbasis di Hampshire terdiri dari John Hammond, Stacey Rivers, dan Emma Wolstenholme. Ketiganya mengikuti ajang World’s Toughest Row, perlombaan mendayung lintas Samudra Atlantik dengan jarak lebih dari 3.000 mil. Saat perjalanan mereka baru menempuh sekitar 895 mil, pandangan mereka tertuju pada sesuatu yang tidak biasa di permukaan laut.
Seekor penyu laut berukuran besar tampak kesulitan bergerak karena terjerat jaring plastik yang mengambang. Tanpa menunggu lama, ketiganya segera menghentikan perahu dan mendekati penyu tersebut. Dalam kondisi laut terbuka yang penuh risiko, mereka dengan hati-hati melepaskan jaring yang melilit tubuh penyu agar tidak menimbulkan luka lebih parah.
Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian mereka unggah ke media sosial. Video itu dengan cepat menyebar dan menuai respons positif dari berbagai belahan dunia, terutama dari komunitas pecinta lingkungan laut.
Lebih dari Sekadar Perlombaan Ekstrem
World’s Toughest Row dikenal sebagai salah satu perlombaan paling menantang di dunia. Para peserta harus mendayung selama berminggu-minggu, menghadapi gelombang tinggi, angin kencang, serta kelelahan fisik dan mental yang ekstrem. Dalam kondisi seperti itu, setiap menit sangat berharga.
Namun, bagi tim Call to Earth, perlombaan ini tidak sekadar tentang kecepatan dan ketahanan. Mereka mengikuti ajang tersebut untuk menggalang dukungan bagi Blue Marine Foundation dan The Ocean Cleanup, dua organisasi internasional yang fokus pada perlindungan ekosistem laut dan penanganan sampah plastik di lautan.
Dalam pernyataan yang mereka bagikan, tim ini menegaskan bahwa perjalanan mereka melintasi Atlantik bertujuan melindungi lautan yang menjadi jalur mereka mendayung. Aksi penyelamatan penyu tersebut menjadi bukti nyata dari komitmen yang mereka suarakan.