Home News Ciamis Menjadi ‘Zona Kering’ di Tengah Musim Hujan, BMKG Catat 14 Hari Tanpa Guyuran Air
News

Ciamis Menjadi ‘Zona Kering’ di Tengah Musim Hujan, BMKG Catat 14 Hari Tanpa Guyuran Air

Bagikan
Monitoring HTH BMKG Desember 2025
Berdasarkan monitoring BMKG per 10 Desember 2025, Kabupaten Ciamis masuk kategori daerah kurang hujan menengah dengan 14 hari tanpa hujan (HTH), meski 76,8% wilayah Indonesia lainnya sudah diguyur hujan lebat.Foto:Iustrasi/Unsplash@RedCharlie
Bagikan

Anomali di Jawa Barat: Ciamis Bertahan dengan Cuaca Kering

Finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis hasil pemutakhiran data monitoring “Hari Tanpa Hujan” (HTH) per tanggal 10 Desember 2025. Data tersebut mengungkap sebuah anomali menarik di Jawa Barat: Kabupaten Ciamis secara spesifik masuk ke dalam daftar Daerah Kurang Hujan Menengah.

Di saat wilayah lain mulai waspada banjir, warga Ciamis justru menghadapi 14 hari berturut-turut tanpa hujan. Kondisi ini menjadikan Ciamis sebagai salah satu dari sedikit wilayah yang masih merasakan dampak cuaca kering di tengah kepungan musim penghujan.

Dominasi Musim Hujan Nasional Mencapai 76,8 Persen
Berdasarkan Analisis Perkembangan Musim yang dipantau dari 4.548 total pos pengamatan hujan di seluruh Indonesia, mayoritas wilayah tanah air sebenarnya sudah memasuki periode basah. Sebanyak 76,8% atau 537 Zona Musim (ZOM) saat ini sudah berada dalam fase musim hujan.

Peta monitoring BMKG menunjukkan sebaran warna hijau pekat di sebagian besar Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua. Namun, masih terdapat sekitar 7% (49 ZOM) wilayah yang masih berada dalam musim kemarau, dan 16,2% (113 ZOM) lainnya merupakan wilayah tipe 1 musim.

BMKG mengategorikan kondisi HTH secara nasional sebagai berikut:

Masih ada hujan: 2.542 lokasi (55,89%)

Kategori Sangat Pendek (1-5 hari): 1.928 lokasi (42,39%)

Kategori Menengah (11-20 hari): Hanya 16 lokasi (0,35%), salah satunya adalah Ciamis.

Waspada Krisis Air dan Kebakaran Lahan
Melalui infografis resminya, BMKG juga menyematkan logo peringatan “Waspada” terhadap tiga dampak utama bagi wilayah yang masih kering. Masyarakat diminta mengantisipasi potensi kekeringan pertanian, kelangkaan air bersih, serta risiko kebakaran hutan dan lahan.

Khusus untuk warga Ciamis dan sekitarnya, BMKG mengimbau agar penggunaan air dilakukan secara bijak dan hemat. Pengelolaan sumber daya air yang tepat di awal Desember ini menjadi kunci agar dampak kekeringan tidak meluas dan mengganggu produktivitas pertanian lokal.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
News

Tragedi Argo Bromo Anggrek Terjadi Lagi, 4 Tewas di Grobogan

finnews.id – Kecelakaan tragis kembali melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek. Usai di...

News

BOM! Iuran BPJS Kesehatan Segera Naik

finnews.id – Kabar panas datang dari pemerintah: iuran BPJS Kesehatan berpotensi naik...

May Day 2026 di Monas dipadati 100 ribu buruh. Prabowo hadir naik Maung, suasana meriah dan penuh aspirasi pekerja.
News

May Day 2026, Dari Cikarang ke Jakarta: Monas Jadi Pusat Ledakan Aspirasi 2026

finnews.id – Gelombang manusia bergerak dari Cikarang menuju jantung ibu kota. Sebanyak 18.860...

News

Peringatan Dini BMKG: Waspada Banjir, Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia

finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait...