finnews.id – Seorang musisi asal Swedia, Mattias Krantz, menjadi sorotan setelah ia menghabiskan enam bulan untuk mengajarkan seekor gurita bernama Takoyaki bermain piano.
Kisah ini menjadi viral karena eksperimen tersebut dilakukan dengan alat yang dibuat khusus untuk memungkinkan gurita menarik tuas yang terhubung dengan tuts piano.
Krantz membeli Takoyaki dari sebuah perikanan Portugal pada bulan Maret. Ia mengatakan proses membangun kepercayaan butuh waktu lama, sebelum akhirnya Takoyaki bersedia menyentuh dan mencoba alat yang disediakan.
Pada awalnya, gurita itu hanya memainkan satu atau dua nada secara acak, sehingga berbagai trik dipakai agar Takoyaki lebih tertarik, termasuk gelembung sebagai rangsangan visual.
Perkembangan signifikan terjadi ketika Krantz memasang sebuah alat bernama “crab elevator”, yang menurunkan kepiting sedikit demi sedikit setiap kali Takoyaki berhasil menekan sebuah nada. Karena kepiting merupakan makanan favoritnya, metode ini membuat Takoyaki lebih aktif menekan tuas dan memainkan nada secara berulang.
Krantz kemudian memainkan gitar sebagai pengiring, dan pada titik tertentu ia berhasil membuat Takoyaki menirukan rangkaian nada “Baby Shark”, meskipun temponya tidak stabil. Ia menyebut eksperimen ini sebagai sesuatu yang “terburuk sekaligus terkeren” yang pernah ia lakukan.
Namun, seorang ilmuwan kelautan, Jenny Hofmeister, menjelaskan bahwa gurita tidak memahami ritme atau tempo. Menurutnya, Takoyaki hanya melakukan langkah-langkah yang berujung pada hadiah makanan, bukan memainkan musik dalam arti sebenarnya.
Meski demikian, interaksi unik ini tetap membuat Takoyaki menjadi viral di internet. Krantz mengatakan ia masih sering bermain bersama gurita itu setiap dua hari dan tidak percaya bahwa ia benar-benar “berkolaborasi” dengan seekor gurita di depan akuariumnya.
Referensi
UPI – Watch: Swedish man teaches pet octopus to play piano”.