Home Internasional Dibombardir Militer, 101 Gedung Pusat Scamming di Perbatasan Myanmar Rata dengan Tanah
Internasional

Dibombardir Militer, 101 Gedung Pusat Scamming di Perbatasan Myanmar Rata dengan Tanah

Bagikan
Pusat Scamming Myanmar Hancur
Junta Militer Myanmar menghancurkan lebih dari 100 bangunan di kompleks penipuan online terkenal, KK Park, dekat perbatasan Thailand. Foto: nationthailand/officialweb
Bagikan

Finnews.id – Junta Militer Myanmar menghancurkan lebih dari 100 bangunan di kompleks penipuan online terkenal, KK Park, dekat perbatasan Thailand. Operasi besar-besaran ini menyasar sarang kejahatan siber yang merugikan miliaran dolar global.

Junta Militer Myanmar mengeklaim telah melancarkan operasi besar-besaran terhadap kompleks penipuan daring (online scamming) terkenal di wilayah perbatasan dengan Thailand. Operasi ini menargetkan kawasan yang dikenal sebagai sarang kejahatan siber, termasuk salah satu yang terbesar, KK Park.

Ratusan Bangunan Diratakan dengan Peledak

Militer Myanmar menyatakan telah menghancurkan total 101 bangunan dan 47 bangunan lainnya masih dalam proses pembongkaran, sehingga total yang disasar mencapai 148 bangunan di kompleks penipuan tersebut. Laporan ini dimuat dalam surat kabar corong pemerintah,.

Bangunan-bangunan yang dihancurkan termasuk fasilitas mewah yang disediakan bagi para gembong kriminal dan staf mereka, seperti:

Asrama pekerja

Rumah sakit empat lantai

Kompleks karaoke dua lantai

Pusat kebugaran dan spa

Warga yang tinggal di Myanmar maupun di seberang perbatasan Thailand dilaporkan mendengar suara ledakan-ledakan berkala sejak operasi militer ini dimulai, menguatkan dugaan bahwa militer menggunakan bom atau peledak kelas berat untuk meratakan bangunan.

Fokus Pada Sindikat Penipuan Global

Aksi penghancuran ini menyasar kompleks yang selama ini menampung ribuan pekerja yang menjalankan skema penipuan asmara (love scamming) dan penipuan investasi palsu (business scamming).

Kejahatan siber ini dikabarkan telah menghasilkan puluhan miliar dolar setiap tahun dan menargetkan korban dari berbagai negara.

Juru bicara junta menjelaskan bahwa operasi ini adalah penindakan terhadap aktivitas kriminal lintas batas yang berkembang pesat di wilayah perbatasan Myanmar yang regulasinya longgar dan menghadapi konflik bersenjata.

Menyusul Penggerebekan Besar-besaran

Operasi penghancuran ini merupakan tindak lanjut dari penggerebekan yang telah dilakukan Militer Myanmar pada bulan sebelumnya di KK Park.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Internasional

Negara-negara Eropa Mulai Batasi Akses Media Sosial bagi Anak

finnews.id – Sejumlah negara di Eropa mulai memperketat aturan penggunaan media sosial...

Cara Langganan Netflix
Internasional

Jaksa Agung Texas Gugat Netflix atas Dugaan Memata-matai Pengguna

finnews.id – Pemerintah negara bagian Texas menggugat perusahaan streaming Netflix atas dugaan...

Internasional

Inflasi AS Kembali Naik, Warga Mulai Tertekan Harga BBM

finnews.id – Kenaikan harga bahan bakar kembali menjadi perhatian utama di Amerika...

Internasional

WHO Pastikan Belum Ada Indikasi Wabah Hantavirus Meluas dari MV Hondius

finnews.id – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memastikan hingga kini belum ada...