Home Internasional WHO Pastikan Belum Ada Indikasi Wabah Hantavirus Meluas dari MV Hondius
Internasional

WHO Pastikan Belum Ada Indikasi Wabah Hantavirus Meluas dari MV Hondius

Bagikan
Hantavirus, Ilustrasi: DALL·E 3
Bagikan

finnews.id – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memastikan hingga kini belum ada tanda bahwa kasus hantavirus yang muncul di kapal pesiar MV Hondius berkembang menjadi wabah besar. Meski demikian, WHO menegaskan situasi masih terus dipantau karena kemungkinan munculnya kasus baru tetap ada dalam beberapa minggu ke depan.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa belum terdapat indikasi penyebaran luas virus tersebut setelah proses evakuasi penumpang dan kru kapal selesai dilakukan di Tenerife, Spanyol.

Pernyataan itu muncul setelah tiga orang dilaporkan meninggal dunia terkait infeksi hantavirus yang diduga berasal dari perjalanan kapal pesiar tersebut. Sejumlah penumpang dari berbagai negara juga menjalani isolasi dan pemeriksaan kesehatan.

Kasus Terkait MV Hondius Menyebar ke Beberapa Negara

Kapal pesiar MV Hondius sebelumnya berlayar dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026 dengan membawa 147 penumpang dan kru dari 23 negara.

WHO mengonfirmasi sedikitnya sembilan kasus hantavirus telah terdeteksi, sementara dua kasus lain masih berstatus dugaan. Beberapa pasien kini dirawat di berbagai negara seperti Belanda, Prancis, Spanyol, Afrika Selatan, dan negara lainnya.

Seorang perempuan asal Prancis dilaporkan mengalami kondisi paling serius dan dirawat intensif di Paris menggunakan alat bantu paru-paru buatan. Sementara itu, pasien asal Spanyol disebut hanya mengalami gejala ringan berupa gangguan pernapasan.

Di Belanda, sebanyak 12 tenaga kesehatan di sebuah rumah sakit di Nijmegen juga harus menjalani karantina sebagai langkah pencegahan setelah menangani salah satu pasien tanpa protokol perlindungan penuh terhadap sampel darah dan urin.

WHO Sebut Risiko Wabah Besar Masih Rendah

WHO menilai risiko terjadinya wabah besar masih tergolong rendah. Namun lembaga tersebut mengingatkan bahwa masa inkubasi hantavirus cukup panjang sehingga potensi munculnya kasus tambahan tetap harus diantisipasi.

Tedros mengatakan situasi dapat berubah sewaktu-waktu dan upaya pengendalian belum selesai dilakukan.

Hantavirus sendiri umumnya dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Namun pada jenis Andes strain, penularan antarmanusia diketahui dapat terjadi dalam kondisi tertentu. WHO menduga sebagian penumpang kapal kemungkinan terpapar virus tersebut saat berada di Amerika Selatan sebelum pelayaran berlangsung.

Gejala hantavirus dapat meliputi demam, nyeri otot, kelelahan ekstrem, muntah, diare, sakit perut, hingga sesak napas berat.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Inflasi AS Kembali Naik, Warga AS Mulai Tertekan Harga BBM

finnews.id – Kenaikan harga bahan bakar kembali menjadi perhatian utama di Amerika...

Internasional

Inggris Siapkan Drone dan Jet Tempur untuk Lindungi Jalur Minyak Hormuz

finnews.id – Pemerintah Inggris mengumumkan pengerahan drone, jet tempur, dan kapal perang...

Eileen Wang, Wali Kota Arcadia di California, Amerika Serikat (AS), mengaku bersalah telah bertindak sebagai agen asing ilegal China.
InternasionalNews

Skandal Pengkhianatan Terbesar! Wali Kota Eileen Wang Terbongkar jadi Mata-mata China, AS Geger!

Finnews.id – Internasional  Publik Amerika Serikat kini tengah terhenyak oleh sebuah pengungkapan...

Internasional

Terungkap Alasan Donald Trump Tolak Proposal Iran untuk Akhiri Perang

finnews.id – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memasuki fase panas...