Evakuasi Penumpang dan Karantina Terus Dilakukan
Sebagian besar penumpang MV Hondius telah dipulangkan ke negara masing-masing menggunakan penerbangan khusus pemerintah. Kapal berbendera Belanda itu kini sedang berlayar menuju Rotterdam dan dijadwalkan tiba pada 17 Mei mendatang.
Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan kapal akan menjalani proses sanitasi setibanya di Belanda.
Beberapa kru masih berada di atas kapal untuk membantu perjalanan menuju Rotterdam. Mereka berasal dari sejumlah negara seperti Filipina, Ukraina, Belanda, Rusia, dan Polandia.
Pemerintah Ukraina juga memastikan kru asal negaranya tidak menunjukkan tanda-tanda sakit dan akan menjalani karantina setibanya di Belanda.
Sejumlah Negara Tingkatkan Kewaspadaan
Pemerintah Prancis menyebut situasi di negaranya masih terkendali meski ada satu pasien dalam kondisi kritis. Sementara Italia turut melakukan pemeriksaan terhadap seorang pria yang memiliki gejala setelah melakukan perjalanan bersama salah satu korban meninggal.
Kasus ini membuat sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan. Meski belum ada indikasi pandemi baru, otoritas kesehatan internasional tetap meminta pemantauan ketat terhadap seluruh kontak dekat penumpang kapal.
Penutup
Kasus hantavirus di MV Hondius menjadi perhatian internasional karena melibatkan penumpang dari banyak negara dan memicu kematian beberapa orang. Namun WHO memastikan hingga saat ini belum ada tanda wabah besar sedang terjadi.
Meski risiko penyebaran luas dinilai rendah, pemantauan tetap dilakukan karena hantavirus memiliki masa inkubasi panjang dan masih mungkin memunculkan kasus tambahan. Situasi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya protokol kesehatan dan respons cepat dalam menghadapi penyakit menular lintas negara.
Referensi:
- BBC News — “No sign of larger hantavirus outbreak, says UN health agency”