Finnews. id – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, segera bersiap menghadapi persidangan atas kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook tahun anggaran 2020-2021. Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin, 10 November 2025, telah resmi melimpahkan berkas perkara tahap II ini kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat.
Pelimpahan ini menandai babak baru dalam penanganan kasus yang telah menarik perhatian publik ini. Selain Nadiem, empat tersangka lain yang terlibat dalam kasus yang sama juga turut dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Total terdapat lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan perangkat TIK yang akan segera duduk di kursi pesakitan. Mereka adalah:
Nadiem Anwar Makarim (Mantan Mendikbudristek).
Sri Wahyuningsih (SW), Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dasmen) tahun 2020-2021.
Mulyatsyah (MUL), Direktur SMP Kemendikbudristek tahun 2020.
Ibrahim Arief (IBAM), Konsultan Perorangan Rancangan Perbaikan Infrastruktur Teknologi Manajemen Sumber Daya Sekolah pada Kemendikbudristek.
Sebelum pelimpahan berkas, Nadiem Makarim diketahui sempat berupaya melawan status tersangkanya melalui jalur hukum. Nadiem mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) terhadap penetapan status tersangka oleh Kejagung.
Namun, pada sidang putusan yang digelar Senin, 13 Oktober, Hakim Tunggal I Ketut Darpawan menolak seluruh permohonan praperadilan Nadiem. Putusan ini secara hukum menegaskan bahwa penetapan status tersangka, penyidikan, dan penahanan yang dilakukan oleh Kejagung terhadap Nadiem telah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Dengan demikian, proses hukum dan penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook tetap dilanjutkan.
Saat menjalani proses pelimpahan di Kejari Jakarta Pusat, Nadiem didampingi istrinya, Franka Franklin. Kepada awak media, Nadiem menyampaikan rasa syukur atas kekuatan yang diberikan, namun tak luput mengungkapkan kesulitan pribadinya.