finnews.id – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan ia tidak takut pada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Zelenskyy juga menggambarkannya dengan Trump sebagai hubungan “konstruktif.”
Berbicara kepada The Guardian, Zelenskyy menepis klaim bahwa pertemuannya dengan Trump di Washington pada bulan Oktober lalu berlangsung menegangkan.
Pertemuan itu terjadi setelah serangan Rusia yang kembali terjadi menyebabkan sebagian besar Ukraina kehilangan pasokan listrik,
“Dia tidak melempar apa pun. Saya yakin,” kata Zelenskyy, dikutip Senin, 10 November 2025.
Zelenskyy menambahkan, bahwa ia dan Trump telah melakukan pembicaraan “normal, profesional, dan konstruktif” yang berfokus pada kebutuhan pertahanan Ukraina dan langkah-langkah untuk melemahkan kemampuan Moskow.
“Semua orang di dunia takut pada Trump. Itu benar,” katanya.
Ketika ditanya apakah hal itu juga berlaku untuknya, ia menjawab: “Tidak, kami bukan musuh Amerika. Kami adalah teman. Jadi, mengapa kami harus takut?”
Zelenskyy menekankan rasa hormat terhadap pilihan demokratis rakyat Amerika. Ia juga menyebut AS sebagai mitra strategis Ukraina selama bertahun-tahun, bahkan mungkin puluhan tahun dan berabad-abad.
Pemimpin Ukraina tersebut juga memuji Raja Charles karena memainkan peran yang tenang namun berpengaruh dalam meningkatkan hubungan antara Kyiv dan Washington.
Ia mencatat bahwa Trump “menghormati” raja Inggris dan menganggapnya “sangat penting”. “Yang Mulia sangat mendukung rakyat kami,” kata Zelenskyy.
Sistem Pertahanan Udara Patriot
Zelenskyy mengonfirmasi bahwa Kyiv ingin memesan 27 sistem Patriot dari produsen pertahanan AS dan mendesak sekutu Eropa untuk meminjamkan sistem mereka sementara waktu.
“Itu tidak akan pernah cukup. Itu akan cukup ketika perang berakhir,” katanya, merujuk pada bantuan militer Barat.
Wawancara tersebut berlangsung di Istana Mariinsky di Kyiv, tempat listrik sempat padam akibat serangan Rusia terhadap jaringan energi Ukraina.
“Ini adalah kondisi kehidupan kami,” kata Zelenskyy sambil tersenyum. “Itu normal. Kami mengalami fluktuasi listrik di Kyiv, seperti di tempat lain.”