finnews.id – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali mengalami jeda setelah kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari diumumkan dan disetujui oleh kedua pihak. Kesepakatan ini muncul di tengah meningkatnya saling tuding pelanggaran jeda pertempuran sebelumnya serta situasi militer yang masih memanas di beberapa wilayah garis depan.
Kesepakatan Gencatan Senjata di Tengah Eskalasi Konflik
Gencatan senjata singkat ini mencakup penghentian seluruh aktivitas militer selama tiga hari, termasuk serangan udara, operasi darat, dan aktivitas tempur lainnya. Selain itu, dalam kesepakatan tersebut juga terdapat rencana pertukaran tahanan dalam jumlah besar, yang diperkirakan mencapai seribu orang dari masing-masing pihak.
Langkah ini disebut sebagai upaya meredakan ketegangan sementara, terutama menjelang momen peringatan penting di Rusia yang kerap diiringi dengan peningkatan kesiagaan militer.
Dalam pernyataan yang dikutip dari laporan internasional, Donald Trump menyebut bahwa dirinya telah meminta langsung dilakukannya jeda konflik tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan kedua pemimpin, Vladimir Putin dan Volodymyr Zelensky, untuk menerima kesepakatan tersebut.
Respons Rusia dan Ukraina terhadap Gencatan Senjata
Pemerintah Ukraina melalui Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan kesediaannya untuk ikut serta dalam kesepakatan tersebut. Sementara itu, media pemerintah Rusia juga mengonfirmasi bahwa Moskow telah menyetujui proposal gencatan senjata sementara ini.
Meski demikian, kedua negara sebelumnya masih saling menuduh melakukan serangan. Ukraina menuding Rusia tetap melancarkan serangan di beberapa posisi, sementara Moskow mengklaim wilayahnya, termasuk ibu kota, menjadi target serangan drone pada malam sebelumnya.
Ketegangan ini menunjukkan bahwa meskipun ada kesepakatan jeda sementara, situasi di lapangan tetap rapuh dan mudah kembali meningkat.
Latar Belakang Ketegangan Menjelang Gencatan Senjata
Sebelum kesepakatan ini tercapai, Rusia telah mengumumkan gencatan senjata terpisah yang bertepatan dengan perayaan Hari Kemenangan Soviet atas Nazi Jerman. Namun, Ukraina menilai bahwa penghentian tersebut tidak berjalan sepenuhnya efektif karena masih terjadi serangan di beberapa titik.
Di sisi lain, Ukraina juga sempat menyerukan gencatan senjata tanpa batas waktu yang dimulai lebih awal, namun tidak mendapat kesepakatan penuh dari pihak Rusia.
Situasi semakin tegang ketika Rusia memperingatkan kemungkinan serangan balasan besar terhadap Kyiv jika terjadi serangan terhadap perayaan di Moskow. Bahkan, peringatan keamanan juga disampaikan kepada pihak diplomatik asing di ibu kota Ukraina.