Home Religi Keutamaan dan Tata Cara Sholat Tasbih, Amalan Istimewa Penghapus Dosa Besar
Religi

Keutamaan dan Tata Cara Sholat Tasbih, Amalan Istimewa Penghapus Dosa Besar

Bagikan
Sholat Tasbih
Keutamaan dan Panduan sholat Tasbih
Bagikan

finnews.id – Sholat Tasbih merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa bagi umat Islam yang mengamalkannya.

Para ulama memandang shalat ini sebagai bentuk penyucian diri dan penghapus dosa, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai kitab dan hadits sahih.

Menurut Sayid Muhammad Alwi Al-Maliki dalam kitab Syaraful Ummah Al-Muhammadiyyah, di antara bentuk kemuliaan umat Nabi Muhammad SAW adalah Allah SWT mengkhususkan shalat tasbih hanya bagi mereka.

Dasar Hadits Tentang Sholat Tasbih

Salah satu hadits utama tentang shalat tasbih diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud:

 عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – أَنَّ «النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: ” يَا عَبَّاسُ! يَا عَمَّاهُ! أَلَا أُعْطِيكَ؟ أَلَا أَمْنَحُكَ؟ أَلَا أحبوكَ؟ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ؟ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ، غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ، خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ، صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ، سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ: أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ، قُلْتَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ، فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ، تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ، إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمْرِكَ مَرَّة

Yā ‘Abbāsu! Yā ‘Ammāhu! Alā u‘īka? Alā amnaḥuka? Alā uḥibbuka? Alā af‘alu bika? ‘Asyra khiālin idzā anta fa‘alta dzālika, ghafara Allāhu laka dzanbaka awwalahu wa ākhirahu, qadīmahu wa ḥadītsahu, khaṭa’ahu wa ‘amdahu, ṣaghīrahu wa kabīrahu, sirrahu wa ‘alāniyatahu. An tuṣalliya arba‘a raka‘ātin, taqra’u fī kulli raka‘atin Fātiḥata al-Kitābi wa sūrah. Fa idzā faraghta mina al-qirā’ati fī awwali raka‘atin wa anta qā’imun, qulta: Subānallāh, wal-ḥamdu lillāh, wa lā ilāha illallāh, wallāhu akbar — khamsa ‘asyrata marratan. Thumma tarka‘u, fataqūluhā wa anta rāki‘un ‘asyra marrātin. Thumma tarfa‘u ra’saka mina ar-rukū‘i fataqūluhā ‘asyra marrātin. Thumma tahwī sājidan fataqūluhā wa anta sājidun ‘asyra marrātin. Thumma tarfa‘u ra’saka mina as-sujūdi fataqūluhā ‘asyra marrātin. Thumma tasjudu fataqūluhā ‘asyra marrātin. Thumma tarfa‘u ra’saka fataqūluhā ‘asyra marrātin. Fadzālika khamsun wa sab‘ūna fī kulli raka‘ah. Taf‘alu dzālika fī arba‘i raka‘ātin. Inis-taṭa‘ta an tuṣallīyahā fī kulli yaumin marratan faf‘al. Fa in lam taf‘al, fa fī kulli jum‘atin marratan. Fa in lam taf‘al, fa fī kulli syahrin marratan. Fa in lam taf‘al, fa fī kulli sanatin marratan. Fa in lam taf‘al, fa fī ‘umrika marratan.”

Artinya:

“Dari Abdullah bin Abbas radliyallâhu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Abbas bin Abdul Muthalib, “Wahai Abbas, pamanku, tidakkah aku memberimu? Tidakkah aku memberi tahumu? Tidakkah aku lakukan kepadamu? Sepuluh perkara bila engkau melakukannya maka Allah ampuni dosamu; yang awal dan yang akhir, yang lama dan yang baru, yang tak dilakukan karena kesalahan dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan. Lakukanlah shalat empat rakaat, pada setiap rakaat engkau membaca Al-Fatihah dan surat lainnya. Ketika engkau telah selesai membaca di rakaat pertama dan engkau masih dalam keadaan berdiri engkau ucapkan subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar lima belas kali. Kemudian engkau ruku’, ucapkan kalimat itu sepuluh kali saat kau ruku’. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’ (i’tidal), engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Kemudian engkau turun bersujud, kau baca kalimat itu sepuluh kali dalam bersujud.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Religi

Haji 2026 Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem, Suhu di Makkah Tembus 42 Derajat Celsius, Ini Langkah Tetap Sehat

finnews.id – Musim haji 2026 diperkirakan berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem dengan...

Religi

5 Weton yang Disebut Punya Iga Jarang, Benarkah Lebih Rentan Kerasukan?

finnews.id – Dalam budaya Jawa, istilah iga jarang sering dikaitkan dengan kondisi...

Religi

Hari Paskah: Arti, Sejarah, Makna, dan Tradisinya bagi Umat Kristen

finnews.id – Hari Paskah merupakan salah satu perayaan paling penting dalam agama...

Ini Doa Agar Dipertemukan Lagi dengan Ramadan Tahun Depan
Religi

Ini Doa Agar Dipertemukan Lagi dengan Ramadan Tahun Depan

finnews.id – Saat bulan Ramadan mulai mendekati penghujungnya, perasaan haru kerap menyelimuti...