Home Religi Keutamaan dan Tata Cara Sholat Tasbih, Amalan Istimewa Penghapus Dosa Besar
Religi

Keutamaan dan Tata Cara Sholat Tasbih, Amalan Istimewa Penghapus Dosa Besar

Bagikan
Sholat Tasbih
Keutamaan dan Panduan sholat Tasbih
Bagikan

Tata Cara Sholat Tasbih

Shalat Tasbih dikerjakan empat rakaat, bisa dilakukan sekali salam atau dua kali salam (2-2 rakaat).

Niat Sholat Tasbih Empat Rakaat

اللهم نويت أن أصلي سنة التسبيح أربع ركعات لله تعالى

Ushalli sunnatan tasbihi arba‘a raka‘atin lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat shalat sunnah tasbih empat rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Niat Sholat Tasbih Dua Rakaat

اللهم نويت أن أصلي سنة التسبيح ركعتين لله تعالى

Ushalli sunnatan tasbihi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Rangkaian Bacaan Dalam Sholat Tasbih

Setelah membaca doa iftitah, bacalah kalimat tasbih berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāhu wallāhu akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”

  • Dibaca 15 kali setelah doa iftitah.
  • 10 kali ketika rukuk.
  • 10 kali saat i’tidal.
  • 10 kali saat sujud pertama.
  • 10 kali duduk di antara dua sujud.
  • 10 kali sujud kedua.
  • 10 kali duduk sebelum berdiri ke rakaat berikutnya.

Sehingga dalam satu rakaat terdapat 75 kali bacaan tasbih, dan total 300 kali dalam empat rakaat.

Keutamaan Shalat Tasbih

Berikut delapan keutamaan luar biasa dari shalat tasbih yang dijelaskan dalam berbagai riwayat dan kitab ulama:

1. Menghapus Segala Dosa

Rasulullah SAW bersabda:

“Jika engkau melaksanakan shalat tasbih, maka Allah akan mengampuni dosamu,  yang awal dan akhir, sengaja dan tidak, kecil dan besar, tersembunyi dan terang-terangan.” (HR. Abu Dawud)

2. Memberatkan Timbangan Amal Baik

“Ada dua kalimat yang ringan diucapkan di lidah, namun berat di timbangan amal, dan disukai oleh Allah Yang Maha Penyayang, yaitu:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Subḥānallāhi wa biḥamdih, Subḥānallāhil ‘Aīm.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Menanam Pohon di Surga

“Barangsiapa yang mengucapkan Subḥānallāhi al-‘Aīmi wa biḥamdihi, maka ditanamkan baginya satu pohon kurma di surga.” (HR. Tirmidzi)

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Religi

Haji 2026 Diprediksi Dilanda Cuaca Ekstrem, Suhu di Makkah Tembus 42 Derajat Celsius, Ini Langkah Tetap Sehat

Panduan dari Kementerian Agama Republik Indonesia menekankan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan...

Religi

5 Weton yang Disebut Punya Iga Jarang, Benarkah Lebih Rentan Kerasukan?

Biasanya: Mudah terpengaruh suasana Lebih sensitif terhadap tempat baru Rentan saat kondisi...

Religi

Hari Paskah: Arti, Sejarah, Makna, dan Tradisinya bagi Umat Kristen

1. Kemenangan atas Dosa dan Maut Kebangkitan Yesus menunjukkan bahwa maut bukanlah...

Ini Doa Agar Dipertemukan Lagi dengan Ramadan Tahun Depan
Religi

Ini Doa Agar Dipertemukan Lagi dengan Ramadan Tahun Depan

• Menjelang Hari Raya Idulfitri • Ketika hati sedang khusyuk dalam zikir...