Home Internasional Presiden Iran Sebut Ibu Kota Teheran Mungkin Harus Dievakuasi karena Krisis Air
Internasional

Presiden Iran Sebut Ibu Kota Teheran Mungkin Harus Dievakuasi karena Krisis Air

Bagikan
Kota Teheran dilanda krisis air berkepanjangan.
Kota Teheran dilanda krisis air berkepanjangan.
Bagikan

finnews.id – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian telah memperingatkan bahwa ibu kota Teheran menghadapi krisis air yang parah dan bahkan mungkin harus dievakuasi jika hujan tidak segera turun.

Berbicara dalam kunjungan ke Sanandaj di Iran barat, Kamis, 6 November 2025, Pezeshkian mengatakan bahwa pemerintah sedang menghadapi kombinasi krisis ekonomi, lingkungan, dan sosial.

Menurutnya, bahwa harga tinggi dan inflasi merupakan akibat dari kegagalan kebijakan domestik dan sanksi internasional, lapor Daily Itimad.

“Harga tinggi dan inflasi adalah kesalahan parlemen dan pemerintah. Ada upaya yang sedang dilakukan, tetapi sumber daya keuangan yang terbatas membuat proyek-proyek tersebut belum selesai,” ujarnya.

Pezeshkian memperingatkan bahwa Iran menghadapi tantangan alam yang serius, termasuk berkurangnya curah hujan dan sumber daya air.

“Jika tidak turun hujan, kita harus mulai membatasi pasokan air di Teheran bulan depan. Jika kekeringan berlanjut, kita akan kehabisan air dan terpaksa mengungsi dari kota,” ungkap Pezeshkian.

Ia menekankan, kebutuhan mendesak akan pengelolaan dan konservasi sumber daya air dan energi yang lebih baik, menggambarkan situasi di Teheran sebagai “mengkhawatirkan.”

Krisis Air Melanda Teheran

Pasokan air Teheran bergantung pada lima bendungan utama, Lar, Mamlu, Amir Kabir, Taleqan, dan Latyan, dengan Amir Kabir menjadi yang terbesar.

Namun, Iran telah mengalami penurunan curah hujan yang tajam selama lima tahun terakhir, dan data meteorologi menunjukkan bahwa curah hujan di Teheran tahun ini sekitar 40% di bawah rata-rata musiman.

Kurangnya curah hujan, terutama di musim semi dan panas, telah menyebabkan tingkat waduk turun drastis, yang memengaruhi cadangan air permukaan dan air tanah.

Otoritas Air Teheran memperingatkan pada 20 Juli bahwa waduk yang memasok ibu kota telah mencapai level terendah dalam satu abad akibat kekeringan yang berkepanjangan.

Pemadaman air berkala telah diberlakukan selama bulan-bulan musim panas.

Pada 3 November, Behzad Parsa, kepala Otoritas Air Teheran, mengatakan bahwa cadangan bendungan hanya dapat memasok kota selama dua minggu lagi jika kondisi kering terus berlanjut.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Apple Setuju Bayar Ganti Rugi US$250 Juta untuk Klaim Siri yang Didukung AI

finnews.id – Klaim kecerdasan buatan (AI) pada asisten suara Siri berujung pada...

Internasional

Pesawat Tanker AS Boeing KC-135 Hilang Kontak di Teluk Persia Usai Kirim Sinyal Darurat

finnews.id – Sebuah pesawat pengisian bahan bakar udara milik militer Amerika Serikat,...

Internasional

Thailand Kucurkan Pinjaman US$12,2 Miliar: Upaya Selamatkan Ekonomi dari Badai Timur Tengah

finnews.id – Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui paket pinjaman darurat...

Internasional

Musk Bayar Denda US$1,5 Juta, Akhiri Drama Gugatan Saham Twitter

finnews.id – Elon Musk akhirnya mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS untuk mengakhiri...