Home Ekonomi BARU TAHU KAN! Firaun Ternyata Pencipta Pajak Pertama di Dunia
Ekonomi

BARU TAHU KAN! Firaun Ternyata Pencipta Pajak Pertama di Dunia

Bagikan
Firaun Ternyata Pencipta Pajak Pertama di Dunia
Firaun Ternyata Pencipta Pajak Pertama di Dunia
Bagikan

Finnews.id – Pajak seringkali dianggap beban bagi Masyarakat. Terutama saat kondisi ekonomi sulit. Namun, tahukah kamu siapa sebenarnya pencipta pajak pertama?

Ternyata, ada 2 nama penting. Keduanya punya peran besar menciptakan sistem pajak. Baik di dunia maupun di Indonesia. Siapa mereka?

1. Firaun: Pencipta Pajak di Mesir Kuno

Jauh sebelum era modern. Sekitar 3000 SM. Peradaban Mesir Kuno yang dipimpin Firaun telah menciptakan sistem pungutan negara kepada rakyat. Saat ini dikenal sebagai sistem pajak.

Firaun menerapkan pajak atas berbagai barang dan komoditas. Seperti gandum, tekstil, dan tenaga kerja dan hasil bumi lainnya.

Menurut catatan sejarah, pungutan ini bukan sekadar beban rakyat. Melainkan bentuk kewajiban negara terhadap pembangunan piramida, irigasi, dan stabilitas sosial di Mesir kuno.

Uniknya, Firaun telah menerapkan sistem pajak yang progresif, menyesuaikan besarnya pungutan dengan kemampuan ekonomi rakyat.

“Firaun sudah memahami prinsip keadilan fiskal ribuan tahun sebelum ekonomi modern lahir.

Hasil pungutan pajak tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan dan menjaga ketertiban sosial. Sebagai pencipta pajak, Firaun pun menerapkan sistem penyesuaian.

Besaran pajak disesuaikan dengan kemampuan finansial objek pajak. Misalnya, ladang yang produktif dikenakan pajak lebih tinggi dibandingkan ladang yang kurang produktif.

Sistem pajak ini berhasil meningkatkan pendapatan negara Mesir Kuno. Warisan pemungutan atau pemotongan penghasilan ini kemudian diterapkan banyak negara modern.

2. Thomas Stamford Raffles: Kenalkan Pajak di Indonesia

Ribuan tahun setelah Firaun, sistem pajak baru hadir di Indonesia. Tepatnya tahun 1811. Sosok yang memperkenalkan pajak adalah Thomas Stamford Raffles, yang datang ke Hindia Belanda atas nama Kerajaan Inggris.

“Raffles (1811-1816) adalah penguasa Barat pertama yang meletakkan dasar finansial negara kolonial baru di Indonesia. Inggris dan koloninya harus dibiayai dengan pajak. Konsep pajak itu  dilahirkan olehnya,” tulis sejarawan Ong Hok Ham dalam Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang (2018).

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

finnews.id – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan serius. Indonesian Hotel General Manager...