finnews.id – Pemilik mayoritas Brighton & Hove Albion, Tony Bloom, akhirnya buka suara mengenai negosiasi transfer dengan Manchester United terkait gelandang muda Carlos Baleba.
Dalam bursa transfer musim panas lalu, Manchester United dikabarkan sangat tertarik memperkuat skuad asuhan Ruben Amorim dengan mendatangkan pemain baru di lini tengah. Baleba menjadi salah satu target utama mereka.
Namun, upaya itu kandas setelah Setan Merah menolak memenuhi banderol €120 juta (sekitar Rp2 triliun) yang dipatok Brighton.
Alhasil, kepindahan besar ke Old Trafford gagal terwujud. Baleba pun masih bertahan di Amex Stadium, meski performanya sempat menurun di awal musim.
Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, bahkan mengakui bahwa penurunan performa sang pemain bisa jadi dipengaruhi rumor transfer yang terus menghantui.
Bloom: Baleba Pemain Penting, Tidak Pernah Masuk Daftar Jual
Enam minggu setelah bursa transfer ditutup, Bloom menegaskan bahwa Manchester United mundur dari pembicaraan setelah mengetahui Baleba tidak akan dilepas.
“Saya rasa kasus Baleba bukanlah drama besar,” ujar Bloom kepada The Argus, dilansir Sports Mole.
“Memang ada ketertarikan dari Manchester United, tapi kami sudah menyampaikan dengan jelas bahwa ia tidak tersedia untuk dijual musim panas ini, dan mereka pun menghentikan pembicaraan.”
Bloom menambahkan, “Kami pernah mengalami saga transfer yang jauh lebih rumit. Namun bagi kami, Carlos Baleba sangat penting bagi klub ini. Perkembangannya luar biasa, dan kami senang ia tetap bersama kami musim ini.”
Diminati Banyak Klub Besar, Tapi Baleba Masih Fokus di Brighton
Meskipun kontraknya masih berlaku hingga Juni 2028, rumor kepindahan Baleba terus bergulir. Media Inggris melaporkan bahwa Liverpool dan Manchester City juga tengah memantau situasi sang pemain.
Spekulasi soal transfer pada Januari mendatang sempat mencuat, namun Brighton diyakini tidak akan melepas Baleba setidaknya hingga akhir musim panas tahun depan.
Jika suatu hari Baleba hengkang, ia akan mengikuti jejak beberapa bintang Brighton yang sebelumnya sukses pindah ke klub besar seperti Moises Caicedo, Marc Cucurella, dan Robert Sanchez ke Chelsea, Alexis Mac Allister ke Liverpool, serta Leandro Trossard ke Arsenal.
Bloom mengakui bahwa Brighton kadang harus menjual pemain bintang, tetapi menolak anggapan bahwa timnya adalah “klub penjual.”
“Kami sadar, kadang pemain terbaik kami akan dijual,” ucap Bloom.
“Namun kami selalu berusaha agar tidak terlalu banyak pemain kunci yang pergi dalam waktu bersamaan. Kami juga sudah menyiapkan pengganti sejak jauh hari. Itu hal yang dilakukan hampir semua klub.”
Ia menambahkan, “Kecuali klub seperti Manchester City, Liverpool, Real Madrid, atau PSG, hampir setiap klub pasti kehilangan pemain terbaiknya. Tugas kami adalah memastikan skuad tetap kompetitif di setiap awal musim.”
Mitoma Tetap Setia, Tolak Tawaran dari Arab Saudi
Selain Baleba, Bloom juga menyinggung masa depan Kaoru Mitoma yang sempat diminati klub Saudi Pro League pada awal tahun ini.
“Memang ada minat dari beberapa klub di Januari lalu, tapi Kaoru benar-benar berkomitmen untuk Brighton,” tegas Bloom.
“Dia adalah pemain kunci lainnya dan tampil sangat luar biasa. Kami senang dia masih menjadi bagian penting dari skuad.”
Saat ini, baik Mitoma maupun Baleba masih menjadi tumpuan Fabian Hurzeler di lini tengah dan sayap Brighton.
Klub berjuluk The Seagulls itu kini menempati peringkat ke-12 klasemen sementara Premier League, terpaut lima poin dari posisi empat besar setelah tujuh laga awal.