Home News Samakan Kasus Korupsi Laptop Chromebook dengan Tom Lembong, Hotman Paris: Tersangka Tak Terima Uang Sepeserpun!
News

Samakan Kasus Korupsi Laptop Chromebook dengan Tom Lembong, Hotman Paris: Tersangka Tak Terima Uang Sepeserpun!

Bagikan
Pengacara Nadiem Makarim, Hotman Paris - Hasyim Ashari -
Bagikan

finnews.id – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan publik setelah memberikan komentar terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hotman menyamakan kasus ini dengan perkara yang pernah menjerat mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, atau Tom Lembong.

Siapa yang Disebut Hotman Paris?

Hotman menegaskan bahwa mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim tidak pernah menerima aliran dana sepeser pun dalam proyek pengadaan laptop tersebut. Ia menyebut kondisi ini mirip dengan kasus Tom Lembong yang diadili meskipun tidak menerima keuntungan pribadi.

“Pertanyaannya, korupsinya di mana? Lembong juga tidak menerima satu sen pun, tapi diadili sebagai terdakwa perkara korupsi,” ujar Hotman di Jakarta, Jumat, 5 September 2025.

Ia menambahkan, “Sekarang Nadiem Makarim tidak menerima satu sen pun, dan juga belum ada bukti memperkaya siapa pun, tapi sudah ditahan mulai malam ini.”

Apa Fakta yang Dibawa Hotman Paris?

Menurut keterangan Hotman, Jaksa tidak menemukan adanya aliran dana yang masuk ke rekening atau diterima langsung oleh Nadiem Makarim. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan sudah sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Penentuan harga laptop sudah berdasarkan e-catalog resmi yang dikelola pemerintah,” jelas Hotman.

Ia juga menyebut tidak ada pihak yang dirugikan dalam pengadaan laptop saat Nadiem masih menjabat Menteri Pendidikan.

Bagaimana Pandangan Jaksa?

Hotman mengutip hasil penyelidikan Jaksa yang menyatakan tidak ada bukti aliran dana ke Nadiem. Selain itu, dua tim kejaksaan yang menangani kasus tersebut juga tidak menemukan adanya praktik mark up harga laptop.

“Hasil penyelidikan Jaksa tidak menemukan Nadiem menerima satu sen pun dari pihak mana pun. Tidak ada bukti ia menerima uang dari vendor maupun pihak lain dalam pengadaan laptop,” tegas Hotman.

Ia menambahkan, “Kedua tim kejaksaan juga tidak menemukan adanya mark up atas harga laptop dan sistemnya, karena semuanya melalui prosedur yang benar. Tidak ada mark up sama sekali.”

Mengapa Dibandingkan dengan Kasus Tom Lembong?

Menurut Hotman, baik kasus Nadiem maupun Tom Lembong memiliki kesamaan: keduanya didakwa dalam kasus korupsi meski tidak terbukti menerima uang. Perbandingan ini dimaksudkan untuk menggambarkan potensi ketidakadilan dalam proses hukum yang menjerat pejabat negara.

Bagikan
Artikel Terkait
Siap-Siap Mudik Lebaran 2026! ASTRA Infra Tebar Diskon Tol 30% dan Siapkan Jalur Anti-Macet
News

Siap-Siap Mudik Lebaran 2026! ASTRA Infra Tebar Diskon Tol 30 Persen dan Siapkan Jalur Anti-Macet

finnews.id – Momen Lebaran 2026 tinggal menghitung hari! Apakah Anda sudah menyusun...

Mudik 2026: Astra Infra Pastikan Kesiapan 29 Rest Area dan 500 CCTV untuk 6,8 Juta Kendaraan
News

Mudik 2026: Astra Infra Pastikan Kesiapan 29 Rest Area dan 500 CCTV untuk 6,8 Juta Kendaraan

finnews.id – Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, PT Astra Tol...

ASTRA Infra
News

ASTRA Infra Siap Hadirkan Indahnya Kebersamaan di Momen Lebaran 2026

finnews.id – Momen mudik lebaran tidak semata tentang tujuan, tetapi juga tentang...

Rekayasa Lalin Tol Jogja Solo
News

Awas Macet! Polda DIY Matangkan Strategi Tol Yogyakarta -Solo Fungsional untuk Mudik 2026

Finnews.id – Persiapan menyambut arus mudik Lebaran 2026 terus dikebut, khususnya pada...