Home Kripto Pakar Stanford: Ethereum Bisa Balap Bitcoin, tapi Nanti di 2029
Kripto

Pakar Stanford: Ethereum Bisa Balap Bitcoin, tapi Nanti di 2029

Bagikan
Harga Ethereum
Harga Ethereum, Image: DALL·E 3
Bagikan

FINNEWS.ID – Apakah harga Ethereum benar mampu melampaui Bitcoin dalam beberapa tahun ke depan? Pertanyaan ini ramai setelah seorang pakar dari Stanford, Dr. Jonathan Blake, menyebut bahwa skenario flippening mungkin baru terjadi sekitar tahun 2029, bukan secepat prediksi 2026 yang diungkap co-founder Ethereum, Joseph Lubin.

Perdebatan ini menarik karena harga Ethereum terus bergerak dinamis, didukung staking, DeFi, dan ETF. Namun, dominasi Bitcoin masih kokoh. Lalu, bagaimana peluang Ethereum dalam jangka panjang?

Prediksi Harga Ethereum Menurut Pakar Stanford

Dr. Jonathan Blake menilai bahwa harga Ethereum bisa naik signifikan, tetapi butuh waktu lebih panjang untuk menyalip Bitcoin. Ia menegaskan bahwa Bitcoin tetap unggul dalam fungsi sebagai penyimpan nilai dan likuiditas.

Menurut laporan dari Yellow.com, Blake memperkirakan flippening baru mungkin tercapai di akhir dekade ini. Alasannya, adopsi Ethereum memang tumbuh pesat, tetapi investor institusional dan regulasi global belum sepenuhnya mendukung.

Faktor yang Menunda Flippening

Ada beberapa alasan mengapa harga Ethereum belum bisa menyalip Bitcoin dalam waktu dekat:

  1. Dominasi Bitcoin sebagai emas digital masih kuat di pasar.

  2. Likuiditas Bitcoin jauh lebih tinggi sehingga investor besar lebih nyaman.

  3. Regulasi global masih lebih menguntungkan Bitcoin dibanding Ethereum.

  4. Adopsi institusional baru mulai berkembang, belum masif untuk Ethereum.

Seperti dikutip dari Crypto-Economy, banyak analis menilai peluang flippening di 2026 terlalu ambisius. Perjalanan Ethereum masih membutuhkan waktu lebih panjang.

Pandangan Berbeda dari Co-Founder Ethereum

Berbeda dengan Blake, Joseph Lubin justru percaya bahwa harga Ethereum bisa melampaui Bitcoin lebih cepat. Seperti dilansir Yahoo Finance, Lubin optimis bahwa flippening bisa terjadi sekitar 2026.

Ia menyoroti empat faktor utama: staking yield, regulasi yang lebih jelas, adopsi institusional, dan ekosistem Ethereum yang semakin matang. Hal ini membuat ETH berpotensi meningkat lebih cepat daripada prediksi konservatif Blake.

Bagikan
Artikel Terkait
Kemenangan Macclesfield atas Crystal Palace FA Cup
Kripto

Sejarah Tercipta: Macclesfield Singkirkan Juara Bertahan Crystal Palace di FA Cup

Finnews.id – Dunia sepak bola Inggris menyaksikan salah satu kejutan terbesar sepanjang...

25 Daftar Terbaru Pedagang Kripto Legal di Indonesia
Kripto

Ini 25 Daftar Terbaru Pedagang Kripto Legal di Indonesia

Finnews.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam...

KriptoNews

Indodax Raih Penghargaan Brand Paling Populer Sektor Crypto Exchange

finnews.id – Indodax menerima penghargaan Anugerah Brand Populer Indonesia untuk kategori Jasa...

PI NETWORK GEGER, Pemenang Hackathon Pertama WorkforcePool DIJUAL
Kripto

PI NETWORK GEGER! Pemenang Hackathon Pertama WorkforcePool DIJUAL, Ada Apa?

Finnews.id – Sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia blockchain: WorkforcePool. Pemenang pertama...