Dia sebenarnya ingin minta agar pemerintah membina petani nilam. Tapi permintaan itu saya cegah: pengusaha tidak boleh minta bantuan pemerintah. Biasakan tidak usah berharap. Pengusaha harus mengatasi semua persoalan yang dihadapi.

Pun soal banyaknya petani yang ingkar janji: mereka minta kepadanyi modal kerja –untuk memanen daun nilam. Setelah panen daunnya dikirim ke perusahaan lain. Lalu pinjaman modalnya tidak terbayar –atau dibayar dengan janji di panen berikutnya.

Saya juga minta kepadanyi untuk tidak meneruskan keluhannyi. “Yang mengalami seperti itu banyak sekali. Jangan dikira hanya Anda,” kata saya. Itu memang persoalan berat. Tapi itu juga tugas pengusaha sendiri untuk mengatasinya. Jadi pengusaha itu sulit. Justru di situlah yang membuat pengusaha itu istimewa.

Apalagi di saat seperti ini usaha yang paling mudah itu hanya satu: menjadi tim sukses –biar pun Pemilunya masih jauh. Padahal itu penyakit nomor satu yang harus dijauhi pengusaha. Pengusaha tidak boleh menipu dan harus memegang janji. Tim sukses boleh menipu dan ingkar janji. (Dahlan Iskan)