Obligasi tersebut terdiri dari Seri A sebesar Rp950 miliar dengan tenor 370 hari dan kupon 7,05%, serta Seri B sebesar Rp1,05 triliun dengan tenor tiga tahun dan kupon 7,25%.

Menurut Ramon, diversifikasi sumber pendanaan diperlukan agar BTN memiliki kapasitas yang semakin kuat untuk menopang pertumbuhan pembiayaan, terutama dalam menjalankan peran strategis Perseroan di sektor perumahan.

“Kepercayaan investor menjadi modal penting bagi BTN untuk terus memperkuat kapasitas pendanaan. Dengan akses pendanaan yang semakin luas, kami optimistis dapat memperbesar kontribusi BTN dalam mendukung Program 3 Juta Rumah dan membuka akses pembiayaan hunian bagi lebih banyak keluarga Indonesia,” pungkas Ramon.