finnews.id – Perubahan iklim, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, hingga semakin kompleksnya rantai pasok membuat profil risiko dunia usaha terus berkembang. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan terhadap perusahaan asuransi untuk tidak hanya menyediakan perlindungan, tetapi juga memahami risiko dan membantu nasabah menentukan solusi pengelolaannya.

PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo melihat perkembangan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat perannya sebagai Risk Management Partner bagi nasabah dan berbagai sektor strategis di Indonesia.

“Sebagai mitra perlindungan bagi nasabah, Asuransi Jasindo tidak hanya menyediakan sekadar produk asuransi. Lebih dari itu, kami hadir untuk memahami karakter risiko nasabah, membantu melihat eksposur dan mitigasinya, lalu memberikan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis,” ujar Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana.

Pendekatan tersebut diterapkan melalui proses yang mencakup pemahaman dan identifikasi risiko, asesmen, mitigasi, hingga transfer risiko melalui solusi asuransi. Dengan karakteristik risiko yang berbeda di setiap sektor, Asuransi Jasindo juga terus memperkuat kapabilitas underwriting dan risk engineering agar keputusan penerimaan risiko dapat mempertimbangkan kualitas dan keberlanjutan portofolio.

Mengelola Risiko Dimulai dari Dalam
Untuk menjalankan peran tersebut secara konsisten, Asuransi Jasindo juga memperkuat pengelolaan risiko dan tata kelola di internal perusahaan. Penguatan dilakukan melalui penerapan Governance, Risk, and Compliance (GRC), sistem manajemen anti penyuapan berbasis SNI ISO 37001, serta penyempurnaan kebijakan dan mekanisme pengendalian yang mendukung proses bisnis.

Penguatan tersebut juga mencakup aspek yang berkaitan langsung dengan pengelolaan risiko, antara lain kebijakan underwriting dan pendelegasian limit kewenangan, sehingga proses pengambilan keputusan dapat berjalan secara terukur dengan mempertimbangkan tingkat risiko dan akuntabilitas.