Pada saat yang sama, BTN mampu menjaga efisiensi biaya pendanaan. Beban bunga konsolidasian hingga Agustus 2026 turun 8,21% yoy menjadi Rp11,28 triliun, dibandingkan sekitar Rp12,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan beban bunga di tengah ekspansi intermediasi turut menopang pertumbuhan laba BTN.

“Ke depan, kami akan menjaga pertumbuhan kredit dan pembiayaan tetap sehat dengan memperkuat pendanaan serta terus memperluas jangkauan layanan BTN dan BSN. Dengan fundamental yang semakin kuat, kapasitas kami untuk mendukung kebutuhan pembiayaan perumahan juga akan semakin besar,” kata Nixon.