Strategi tersebut didukung pengembangan ekosistem digital BTN. Hingga Juni 2026, balé by BTN telah memiliki 4,3 juta pengguna, sedangkan balé Korpora digunakan sekitar 25.700 pengguna. Ekosistem BTN juga telah mencakup lebih dari 344.000 merchant, lebih dari 11.000 developer, serta sekitar 439.000 rekening payroll.

Di sektor kesehatan, misalnya, BTN menghadirkan Healthcare Dashboard melalui balé Korpora yang dapat membantu institusi rumah sakit melihat kinerja secara real-time, termasuk produktivitas dokter dan arus kas. Sementara di sektor pariwisata, BTN menyediakan solusi pembayaran, transaksi dan layanan finansial terintegrasi di sejumlah kawasan destinasi wisata.

Selain pendapatan berbasis bunga, ekspansi Beyond Mortgage juga mulai diarahkan untuk memperbesar sumber pendapatan berbasis komisi. Salah satunya melalui bancassurance yang hingga semester I-2026 menghasilkan pendapatan non-bunga sebesar Rp27,4 miliar, setara sekitar 1,5% dari total fee-based income BTN. Perseroan juga tengah mengembangkan kemitraan bancassurance eksklusif melalui jaringan kantor cabang.

Nixon mengatakan, perluasan bisnis tersebut akan tetap berjalan berdampingan dengan penguatan bisnis perumahan yang menjadi kompetensi utama BTN. Dengan demikian, Beyond Mortgage tidak mengubah identitas BTN sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan, tetapi memperbesar ruang bagi Perseroan untuk menangkap kebutuhan finansial nasabah di sepanjang siklus kehidupannya.

“Jadi, Beyond Mortgage bukan berarti kami bergeser dari perumahan. Housing tetap menjadi DNA BTN. Yang kami lakukan adalah memperbesar ekosistem di sekelilingnya sehingga hubungan BTN dengan nasabah menjadi semakin luas, baik individu, institusi maupun korporasi,” tutup Nixon.